INDUSTRY.co.id -Jakarta-Pada perdagangan Senin (11/9/2017) diperkirakan IndeksHarga Saham (IHSG) akan bergerak menguat terbatas diawal pekan dengan range pergerakan 5832-5900.

analisReliance Sekuritas Lanjar Nafi menyodorkan saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya BMRI, CPIN, KLBF, LPKR, TBIG.

“Sentimen Senin ini investor akan memperhatikan beberapa sentimen dalam negeri seperti cadangan devisa, penjualan ecer, penjualan mobil dan motor hingga pertumbuhan pinjaman. Dari dalam negeri data Indeks harga konsumen akan mewarnai diseluruh benua,”ujar dia di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Ia katakan, seperti pada perkiraan sebelumnya. IHSG menguat bergerak whipsaw pada level MA50 dan bullish trend line hingga melakukan pengujian resistance MA20. Indikator Stochastic bergerak menguat terbatas dengan momentum RSI yang terkonsolidasi.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/9/2017) IHSG (+0.42%) menguat 24.81 poin sebesar 5857.12 dengan volume perdagangan diatas rata-rata. Indeks sektor aneka industri (+         1.86%), pertambangan (+1.48%) dan industri dasar (+1.03%) menjadi motor pengerak pergerakan IHSG diakhir pekan.

Pasar negosiasi terjadi aksi jual investor asing cukup besar dilevel 2.49 Triliun sedangkan pasar reguler hanya net sell 243.01 Miliar sehingga total aksi jual investor asing sebesar 2.73 triliun rupiah. Total capital out flow minggu ini sangat tinggi dilevel 6.51 Triliun rupiah mengupas abis capital inflow yang terjadi selama tahun 2017.

Akhir pekan indeks saham Nikkei (-0.63%) dan Topix (-0.29%) ditutup melemah sedangkan Hangseng (+0.53%) dan IHSG (+0.43%) menguat membuat mayoritas indeks ditutup bervariasi diakhir pekan. Asset haven dan yen kembali menguat setelah Jepang downgrade pertumbuhan ekonomi 2.5% dari 4% tahun ini disamping bencana dan geopolitik.

Bursa saham Eropa dibuka mixed dimana Eurostoxx (+0.07%) menguat, FTSE (-0.21%) turun dan DAX (+0.07%) terkonsolidasi. Kemabalinya investor asing pada asset haven menjadi dalang penyebabnya menjelang akhir pekan. Data neraca perdagangan Jerman rilis tidak memuaskan dengan eksport yang dibawah ekspektasi serta neraca perdagangan yang defisit bulan ini.