INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Rivalitas dalam sepak bola kerap memicu perdebatan seru di antara para pendukung tim. Namun, di balik perbedaan pilihan dan persaingan di lapangan, sepak bola juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan.
Semangat inilah yang diangkat Aussie Beef melalui kampanye regional bertajuk “Got Beef?” yang mengajak penggemar menikmati kebersamaan lewat sajian daging sapi premium Australia.
Kampanye yang berlangsung selama dua tahun ini hadir di enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Melalui “Got Beef?”, Aussie Beef ingin mengubah rivalitas sepak bola menjadi kesempatan untuk berkumpul dan berbagi momen menyenangkan di meja makan.
Kampanye tersebut merupakan bagian dari kemitraan Meat & Livestock Australia (MLA) dengan ASEAN United FC. Kerja sama ini mencakup sejumlah kompetisi sepak bola regional, di antaranya ASEAN Hyundai Cup 2026, ASEAN Club Championship Shopee Cup, ASEAN Women's MSIG Cup, dan ASEAN U-23 Championship.
Di Asia Tenggara, sepak bola memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat. Pertandingan tidak hanya menjadi ajang untuk mendukung tim kesayangan, tetapi juga alasan bagi keluarga, teman, dan komunitas untuk berkumpul.
Keseruan tersebut biasanya terasa saat acara nonton bareng. Para penggemar bisa saling menggoda karena mendukung tim berbeda, memperdebatkan keputusan wasit, hingga merayakan gol penentu kemenangan.
Dalam suasana seperti itu, makanan menjadi bagian penting yang melengkapi pengalaman menonton pertandingan. Aussie Beef ingin memanfaatkan kedekatan antara sepak bola dan budaya makan bersama untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna bagi para penggemar.
Melalui kampanye “Got Beef?”, sajian daging sapi premium Australia dihadirkan sebagai pilihan untuk berbagai momen sepak bola, mulai dari nonton bareng di rumah hingga perayaan bersama teman dan keluarga.
Salah satu elemen menarik dalam kampanye “Got Beef?” adalah penggunaan sosok wasit sebagai bagian dari cerita. Dalam pertandingan sepak bola, wasit sering menjadi pusat perdebatan, terutama ketika mengambil keputusan yang dianggap merugikan salah satu tim.
Namun, kampanye ini menghadirkan perspektif berbeda. Wasit tidak hanya diposisikan sebagai pengadil pertandingan, tetapi juga menjadi simbol yang mempertemukan para penggemar di tengah perbedaan pendapat.
Melalui pendekatan tersebut, Aussie Beef ingin menunjukkan bahwa rivalitas tidak harus berujung pada perselisihan. Perbedaan dukungan justru dapat menjadi bagian dari keseruan yang mempererat hubungan, terlebih ketika semua orang berkumpul menikmati makanan bersama.
Valeska, Regional Manager – SEA, Meat & Livestock Australia, mengatakan bahwa daging sapi Australia memiliki keterkaitan erat dengan momen kebersamaan.
“Daging sapi Australia selalu identik dengan kebersamaan. Sepak bola menjadi momennya, tetapi kebersamaan di meja makanlah yang terus diingat, bahkan setelah peluit akhir berbunyi. Melalui 'Got Beef?', kami ingin menunjukkan bagaimana Aussie Beef dapat mempertemukan para penggemar,” ujar Valeska.
Untuk menjangkau penggemar sepak bola di berbagai negara, kampanye “Got Beef?” akan dilaksanakan melalui rangkaian cerita regional dan aktivitas yang disesuaikan dengan masing-masing pasar.
Di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya, kampanye ini akan hadir melalui promosi di gerai ritel, konten digital, pengalaman bertema sepak bola, serta aktivitas interaktif di media sosial.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk mendekatkan Aussie Beef dengan keseharian masyarakat, terutama ketika sepak bola menjadi alasan untuk berkumpul dan merayakan momen bersama.
Melalui kampanye yang berlangsung selama dua tahun ini, Aussie Beef tidak hanya ingin memperkenalkan daging sapi premium Australia, tetapi juga mengangkat nilai kebersamaan yang tumbuh di tengah budaya sepak bola Asia Tenggara.