Highlights
- Harga LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000/tabung di pangkalan, tidak ada perubahan hingga akhir 2026
- Bright Gas 5,5 kg naik menjadi Rp107.000 (Jawa) per 5 Oktober 2026, dari sebelumnya Rp102.000
- Bright Gas 12 kg naik Rp230.000 (Jawa), naik Rp12.000 dari level Agustus-September
- Henry Hub US$3,04/MMBtu, turun 8,57% secara tahunan karena cadangan AS yang melimpah
- TTF Eropa ?80,45/MWh, naik 150% secara tahunan akibat ketatnya pasokan gas Eropa
- JKM Asia US$26,03/MMBtu, premium US$1,34 di atas TTF menunjukkan permintaan LNG Asia yang solid
- Saudi Aramco CP Oktober naik tajam: propana US$680/MT (+8,8%), butana US$730/MT (+10,6%)
Daftar Isi: Harga LPG Subsidi | Bright Gas | Harga Per Wilayah | Henry Hub | TTF & JKM | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ
Harga LPG 3 Kg Subsidi Hari Ini
Harga LPG 3 kg bersubsidi tetap dipatok Rp19.000/tabung di tingkat pangkalan per 10 Oktober 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memastikan harga elpiji 3 kg tidak akan naik hingga akhir tahun 2026, meskipun harga gas alam global mengalami tren kenaikan. Harga tanpa subsidi untuk LPG 3 kg sebenarnya mencapai Rp42.750/tabung, dengan selisih ditanggung pemerintah melalui mekanisme subsidi energi.
| Jenis | Harga Pangkalan | Status |
|---|---|---|
| LPG 3 kg (tabung melon) | Rp19.000 | Tidak berubah, dijamin pemerintah |
| Harga tanpa subsidi (estimasi) | Rp42.750 | Selisih ditanggung APBN |
Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg
Per 5 Oktober 2026, harga Bright Gas non-subsidi mengalami kenaikan signifikan. Bright Gas 5,5 kg naik dari Rp102.000 menjadi Rp107.000 di wilayah Jawa, Bali, dan NTB. Sementara Bright Gas 12 kg naik dari Rp218.000 menjadi Rp230.000. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya Saudi Aramco Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 yang tembus US$680/metric ton untuk propana.
| Produk | Harga (Jawa) | Perubahan |
|---|---|---|
| Bright Gas 5,5 kg | Rp107.000 | +Rp5.000 dari Rp102.000 |
| Bright Gas 12 kg | Rp230.000 | +Rp12.000 dari Rp218.000 |
Harga LPG Per Wilayah Indonesia
Harga Bright Gas bervariasi per wilayah akibat perbedaan biaya distribusi dan logistik. Berikut estimasi harga agen resmi per 5 Oktober 2026:
| Wilayah | Bright Gas 5,5 kg | Bright Gas 12 kg |
|---|---|---|
| Jawa, Bali, NTB | Rp107.000 | Rp230.000 |
| Sumatera (Aceh - Kepri) | ~Rp111.000 | ~Rp233.000 - Rp237.000 |
| Sulawesi | ~Rp108.000 - Rp112.000 | ~Rp232.000 |
| Papua | Lebih tinggi (premium) | Rp237.000+ |
| Kepulauan Riau (termahal) | ~Rp111.000+ | ~Rp237.000+ |
Catatan: Harga di pangkalan biasanya lebih mahal Rp15.000 - Rp20.000/tabung dari harga agen resmi. Papua memiliki distribusi termahal karena biaya logistik.
Harga Henry Hub Natural Gas
Henry Hub, patokan harga gas alam Amerika Serikat, diperdagangkan di kisaran US$3,04/MMBtu per 10 Oktober 2026. Secara tahunan, harga turun 8,57% akibat cadangan gas AS yang melimpah dengan storage sebesar 3.415 Bcf per akhir September 2026, atau 2,4% di atas rata-rata 5 tahun.
| Indikator | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| Henry Hub (CFD) | US$3,04/MMBtu | -8,57% YoY |
| Henry Hub (Spot) | US$3,18/MMBtu | -8,53% YoY |
| EIA Forecast 2026 (rata-rata) | ~US$3,47/MMBtu | Forecast 2027: US$3,16 (-9%) |
Harga TTF Eropa dan JKM Asia
Gas alam Eropa (TTF) diperdagangkan di kisaran ?80,45/MWh per 9 Oktober 2026, naik signifikan 150% secara tahunan akibat ketatnya pasokan. Sementara JKM Asia (LNG spot) berada di US$26,03/MMBtu, dengan premium US$1,34 di atas TTF yang menunjukkan permintaan energi Asia tetap solid menjelang musim dingin.
| Kontrak | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| TTF Eropa (CFD) | ?80,45/MWh | +150,09% YoY |
| TTF Eropa (Tindex) | ?80,04/MWh | - |
| TTF Eropa (EnergyRiskIQ) | ?77,31/MWh | -2,56% (harian) |
| JKM Asia LNG (Tindex) | US$26,03/MMBtu | - |
| JKM Asia LNG (LNGInsights) | US$26,73/MMBtu | - |
| Spread JKM - TTF | +US$1,34/MMBtu | Premium Asia |
| Spread JKM - Henry Hub | +US$23,36/MMBtu | Gap sangat lebar |
Saudi Aramco CP Oktober 2026
Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) Oktober 2026 dengan kenaikan tajam. Propana naik US$55/metric ton menjadi US$680/MT (+8,8%), sementara butana naik US$70/MT menjadi US$730/MT (+10,6%). Kenaikan ini menjadi pendorong utama kenaikan harga Bright Gas di Indonesia karena LPG diimpor berdasarkan kontrak Aramco.
| Produk | Harga (USD/MT) | Perubahan vs September |
|---|---|---|
| Propana (CP) | US$680/MT | +US$55 (+8,8%) |
| Butana (CP) | US$730/MT | +US$70 (+10,6%) |
Faktor yang Mempengaruhi Harga
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga LPG dan gas alam global pekan ini:
- Cadangan gas AS melimpah ? Storage AS mencapai 3.415 Bcf, 2,4% di atas rata-rata 5 tahun, menekan Henry Hub ke level rendah
- Ketatnya pasokan gas Eropa ? TTF naik 150% YoY akibat berkurangnya pasokan pipa dari Rusia dan cuaca dingin awal musim
- Permintaan LNG Asia solid ? JKM premium di atas TTF menunjukkan negara-negara Asia (Jepang, Korea, China) aktif mengamankan kargo LNG menjelang musim dingin
- Aramco CP Oktober naik tajam ? Kenaikan 8-10% propana/butana langsung berdampak pada harga LPG impor Indonesia termasuk Bright Gas
- Kebijakan subsidi pemerintah Indonesia ? Harga LPG 3 kg tetap Rp19.000 berkat subsidi APBN, meskipun harga gas global naik
- Proyeksi EIA 2027 ? Henry Hub diprediksi turun ke US$3,16/MMBtu pada 2027, turun 9% dari estimasi 2026
FAQ Seputar Harga LPG dan Gas Alam
Berapa harga LPG 3 kg subsidi hari ini?
Harga LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000/tabung di pangkalan. Pemerintah memastikan harga tidak naik hingga akhir 2026 meskipun harga gas global meningkat. Harga tanpa subsidi diperkirakan sekitar Rp42.750/tabung.
Mengapa harga Bright Gas naik di Oktober 2026?
Kenaikan harga Bright Gas disebabkan oleh Saudi Aramco CP Oktober yang naik tajam: propana US$680/MT (+8,8%) dan butana US$730/MT (+10,6%). Karena LPG Indonesia diimpor berdasarkan kontrak Aramco, kenaikan ini langsung diteruskan ke harga eceran Bright Gas.
Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?
Henry Hub adalah patokan harga gas alam Amerika Serikat (di Louisiana). TTF (Title Transfer Facility) adalah patokan gas alam Eropa (di Belanda). JKM (Japan Korea Marker) adalah patokan harga LNG spot untuk pasar Asia. Ketiganya mencerminkan kondisi pasar gas di masing-masing wilayah.
Berapa harga Bright Gas 12 kg di luar Jawa?
Harga Bright Gas 12 kg di luar Jawa lebih mahal karena biaya distribusi. Di Sumatera sekitar Rp233.000 - Rp237.000, Sulawesi sekitar Rp232.000, dan Papua bisa mencapai Rp237.000 lebih di tingkat agen. Di tingkat pengecer, harga bisa jauh lebih tinggi (di Papua dilaporkan tembus Rp700.000 untuk 12 kg non-subsidi).
Apakah harga gas alam global akan terus naik?
Proyeksi EIA menunjukkan Henry Hub rata-rata US$3,47/MMBtu untuk 2026, kemudian turun ke US$3,16 pada 2027 (-9%). Namun TTF Eropa tetap tinggi akibat ketatnya pasokan. JKM Asia juga diperkirakan tetap di atas US$25/MMBtu menjelang musim dingin Belahan Utara.
Key Takeaways
- LPG 3 kg subsidi aman di Rp19.000, pemerintah menjamin hingga akhir 2026
- Bright Gas naik signifikan per 5 Oktober akibat Aramco CP yang tembus US$680/MT propana
- Henry Hub tertekan di US$3,04 karena cadangan AS yang melimpah
- TTF Eropa melonjak 150% YoY ke ?80/MWh akibat ketatnya pasokan
- JKM Asia US$26,03 dengan premium tipis di atas TTF, menunjukkan permintaan LNG solid
- Gap harga Henry Hub vs JKM/TTF sangat lebar (US$23+/MMBtu), mencerminkan disparitas regional
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi. Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan pemerintah. Data harga LPG subsidi bersumber dari Kementerian ESDM dan Pertamina. Data harga gas alam global dari TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, dan Reuters.
Sumber data: CNBC Indonesia, TradingEconomics, Tindex, EnergyRiskIQ, Reuters, Kementerian ESDM, EIA | Penulis: Dana Putra