Highlights

  • LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi, tidak berubah per 9 Oktober 2026
  • Bright Gas naik per 5 Oktober 2026: 5,5 kg jadi Rp107.000 dan 12 kg jadi Rp230.000 di Jawa-Bali
  • Henry Hub di level US$3,04/MMBtu (+2,43%), stabil di kisaran US$3 per unit
  • TTF Eropa melonjak ke US$24,60/MMBtu seiring kekhawatiran pasokan menjelang musim dingin
  • Saudi Aramco CP Oktober naik tajam: propana US$680/MT (+US$55) dan butana US$730/MT (+US$70)

Daftar Isi: Harga LPG Indonesia | Bright Gas | Per Wilayah | Henry Hub | TTF Eropa | JKM Asia | Aramco CP | Faktor Harga | FAQ

Harga LPG 3 Kg Subsidi Indonesia

Harga eceran tertinggi (HET) LPG 3 kg bersubsidi tetap tidak berubah per 9 Oktober 2026. Pemerintah mempertahankan harga Rp19.000/tabung di pangkalan resmi sebagai bagian dari program subsidi energi bagi masyarakat tidak mampu. Berikut rincian harganya:

Jenis LPG Harga di Pangkalan Harga di Pengecer Keterangan
LPG 3 kg (tabung melon) Rp19.000 Rp22.000 HET tetap, subsidi pemerintah
LPG 3 kg (non-subsidi/50 kg) Rp627.000 Bervariasi Untuk usaha/masyarakat mampu

Harga Bright Gas Non-Subsidi

Bright Gas mengalami kenaikan harga per 5 Oktober 2026 setelah sempat turun pada Juli-Agustus 2026. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya harga gas alam global dan kontrak Saudi Aramco CP bulan Oktober. Berikut perbandingan harga sebelum dan sesudah kenaikan:

Produk Harga Per September Harga Per 5 Oktober Perubahan
Bright Gas 5,5 kg (Jawa-Bali) Rp102.000 Rp107.000 +Rp5.000
Bright Gas 12 kg (Jawa-Bali) Rp218.000 Rp230.000 +Rp12.000

Harga Bright Gas per Wilayah Indonesia

Harga Bright Gas bervariasi antar wilayah karena perbedaan biaya distribusi dan status kawasan perdagangan bebas. Berikut harga agen resmi per 5 Oktober 2026:

Wilayah Bright Gas 5,5 kg Bright Gas 12 kg
Jawa & Bali Rp107.000 Rp230.000
Sumatera & sebagian Sulawesi Rp111.000 Rp232.000
Kalimantan & sebagian Sulawesi Rp114.000 Rp240.000
FTZ Batam, Kepri Rp97.000-Rp100.000 Rp200.000-Rp208.000
Papua, Maluku, NTT, Sulbar SPBE tidak tersedia, distribusi terbatas

*Harga FTZ Batam lebih rendah karena status kawasan perdagangan bebas. Papua dan wilayah timur Indonesia belum memiliki distribusi Bright Gas resmi melalui SPBE.

Harga Henry Hub Natural Gas

Henry Hub, patokan harga gas alam Amerika Serikat, berada di level US$3,04 per MMBtu per 2 Oktober 2026. Harga ini naik 2,43% dari hari sebelumnya dan 4,33% dalam sebulan terakhir, meskipun masih turun 8,57% secara year-on-year. Produksi gas alam domestik AS yang kuat menjaga harga tetap relatif rendah.

Indikator Nilai Keterangan
Harga Spot US$3,04/MMBtu Per 2 Oktober 2026 (TradingEconomics)
Perubahan Harian +2,43% Naik dari US$2,97
Perubahan Bulanan +4,33% Tren naik sejak awal September
Perubahan Tahunan (YoY) -8,57% Lebih rendah dari Oktober 2025

Harga TTF Eropa dan JKM Asia

Harga gas alam Eropa (TTF) naik signifikan menjelang musim dingin 2026-2027. TTF November delivery mencapai US$24,60/MMBtu per 2 Oktober, naik dari US$24,10/MMBtu pekan sebelumnya. Sementara itu, JKM Asia (patokan LNG spot Asia) tetap di atas TTF, mencerminkan permintaan kuat dari pembeli Asia.

Benchmark Gas Alam Harga Perubahan Kawasan
TTF Eropa (Nov delivery) US$24,60/MMBtu +US$0,50 (+2,1%) Eropa (Belanda)
TTF Eropa (EUR) EUR73,94/MWh Naik dari EUR72,50 Eropa (Belanda)
JKM Asia LNG Spot US$25,87/MMBtu +US$0,16 (+0,6%) Asia (spot)

*TTF November delivery per 2 Oktober 2026 (Global LNG Hub). JKM per 8 Oktober 2026 (TIndex/EnergyRiskIQ).

Saudi Aramco Contract Price (CP) Oktober 2026

Saudi Aramco menetapkan Contract Price (CP) untuk Oktober 2026 dengan kenaikan tajam dibanding September. Propana naik US$55/MT dan butana naik US$70/MT, mencerminkan ketatnya pasokan LPG global menjelang kuartal keempat. Kenaikan ini berdampak langsung pada biaya impor LPG Indonesia.

Produk CP Oktober 2026 CP September 2026 Perubahan
Propana (C3) US$680/MT US$625/MT +US$55 (+8,8%)
Butana (C4) US$730/MT US$660/MT +US$70 (+10,6%)
Rata-rata (35:65) US$712,50/MT US$649,25/MT +US$63,25 (+9,7%)

Faktor yang Mempengaruhi Harga

  • Musim Dingin Eropa: Kekhawatiran pasokan gas menjelang musim dingin 2026-2027 mendorong harga TTF naik. Cadangan gas Eropa masih di bawah rata-rata lima tahun, sehingga negara-negara Eropa bersaing dengan Asia untuk mendapatkan kargo LNG.
  • Aramco CP Naik: Kenaikan propana US$55/MT dan butana US$70/MT di Oktober menekan biaya impor LPG Indonesia. Pertamina dan importir swasta harus menyesuaikan harga jual.
  • Produksi Gas AS Stabil: Henry Hub tetap rendah di kisaran US$3 karena produksi shale gas AS yang kuat dan konsumsi tenaga surya yang meningkat, mengurangi ketergantungan pada gas untuk pembangkit listrik.
  • Permintaan Asia Naik: JKM Asia yang lebih tinggi dari TTF (+US$1,27/MMBtu) menunjukkan permintaan LNG Asia tetap kuat, terutama dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang membangun cadangan menjelang musim dingin.
  • Kebijakan Subsidi Pemerintah: Pemerintah Indonesia mempertahankan harga LPG 3 kg tetap Rp19.000/tabung meski harga global naik. Selisih harga ditanggung melalui anggaran subsidi energi APBN.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apakah harga LPG 3 kg subsidi akan naik?

Per 9 Oktober 2026, harga LPG 3 kg subsidi tetap Rp19.000/tabung di pangkalan resmi. Pemerintah belum mengumumkan rencana kenaikan harga. Namun, kenaikan harga gas global dan Saudi Aramco CP bisa berdampak pada besaran subsidi yang harus ditanggung APBN.

Mengapa Bright Gas naik di Oktober 2026?

Bright Gas naik karena kenaikan Saudi Aramco CP propana (+US$55/MT) dan butana (+US$70/MT) untuk Oktober 2026. Harga ini menjadi acuan biaya impor LPG non-subsidi. Bright Gas 12 kg di Jawa naik dari Rp218.000 menjadi Rp230.000 per 5 Oktober 2026.

Apa bedanya Henry Hub, TTF, dan JKM?

Henry Hub adalah patokan harga gas alam Amerika Serikat (berbasis pipeline). TTF adalah patokan harga gas alam Eropa yang diperdagangkan di Belanda. JKM adalah patokan harga LNG spot Asia, dinamai dari Japan Korea Marker. JKM biasanya paling mahal karena biaya transportasi LNG yang tinggi.

Bagaimana Aramco CP mempengaruhi harga LPG di Indonesia?

Indonesia mengimpor sebagian besar LPG dari Timur Tengah. Saudi Aramco CP menjadi acuan harga kontrak impor. Saat CP naik (seperti Oktober 2026: propana US$680/MT), biaya impor meningkat dan berpotensi menaikkan harga Bright Gas dan LPG non-subsidi lainnya. LPG subsidi tetap ditahan pemerintah melalui APBN.

Kapan harga Bright Gas akan turun lagi?

Harga Bright Gas bergantung pada Aramco CP dan harga gas alam global. Jika musim dingin Eropa lebih hangat dari perkiraan dan cadangan gas mencukupi, harga bisa turun pada kuartal pertama 2027. Namun, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko kenaikan.

Key Takeaways

  • LPG 3 kg subsidi aman di Rp19.000/tabung — tidak ada perubahan harga per 9 Oktober 2026
  • Bright Gas naik signifikan per 5 Oktober: 12 kg Jawa naik Rp12.000 menjadi Rp230.000/tabung
  • Henry Hub stabil di US$3,04/MMBtu berkat produksi shale gas AS yang kuat
  • TTF Eropa dan JKM Asia tetap tinggi di atas US$24/MMBtu — kompetisi pasokan LNG antara Eropa dan Asia berlanjut
  • Aramco CP Oktober naik tajam — propana US$680/MT (+8,8%) dan butana US$730/MT (+10,6%) yang berdampak pada biaya impor LPG Indonesia

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan rekomendasi investasi atau keputusan bisnis. Harga yang tercantum dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kondisi pasar dan kebijakan pemerintah.

Sumber data: TradingEconomics, Global LNG Hub, TIndex, EnergyRiskIQ, Reuters, CNBC Indonesia, Pertamina, Kementerian ESDM | Penulis: Dana Putra