INDUSTRY.co.id, Temanggung-Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 10,2 ton per hektare. 

Capaian tersebut menjadi salah satu hasil uji penerapan pola pemupukan berimbang yang mengombinasikan pengurangan pupuk sintetis dengan pupuk hayati cair (PHC).

Anggota Komisi IV DPR RI Ir. Panggah Susanto, MM mendorong pola pemupukan berimbang tersebut dikembangkan lebih luas sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung efisiensi budidaya padi dan ketahanan pangan nasional.

Hasil panen tersebut diperoleh dalam demplot yang dikembangkan melalui kolaborasi Komisi IV DPR RI, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, PT Pupuk Indonesia (Persero), Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani), PT Intani Bumi Lestari (IBL), serta PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168).

Panen berlangsung di Desa Plosogaden, Selasa (30/9/2026). Hasil ubinan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung mencatat produktivitas sebesar 10,2 ton per hektare pada musim tanam tersebut.

Panggah mengatakan, demplot itu merupakan bagian dari pengujian pola pemupukan berimbang yang juga dikembangkan di dua wilayah lain, yakni Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Masing-masing lokasi memiliki luas 5 hektare sehingga total luas demplot mencapai 15 hektare.

“Hasilnya kenaikan produksi rata-rata 40 persen, dari sebelumnya rata-rata 6 ton per hektare naik menjadi 10 ton lebih per hektare,” ujar Panggah Susanto saat panen di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung.

Salah satu perlakuan yang diterapkan dalam demplot adalah penggunaan pupuk sintetis sebesar 70 persen atau dikurangi 30 persen, yang dikombinasikan dengan 6 liter PHC Pureplant per hektare.

Pola tersebut sebelumnya juga menunjukkan hasil tinggi di demplot Bantul. Produktivitas tertinggi pada perlakuan 70 persen pupuk sintetis ditambah PHC Pureplant mencapai 10.097 kilogram per hektare, sementara perlakuan 100 persen pupuk kimia tanpa tambahan PHC tercatat 6.624 kilogram per hektare.

Di Kabupaten Bandung, produktivitas yang sebelumnya berada pada kisaran 6–7 ton per hektare juga dilaporkan meningkat menjadi sekitar 9,7 ton per hektare dalam demplot.

Menurut Panggah, hasil di tiga lokasi tersebut menunjukkan pentingnya pengujian pola budidaya yang tidak hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi penggunaan input pertanian.

“Saya laporkan kegiatan dan hasil panen ini kepada Ketua Komisi IV DPR RI Ibu Titiek Soeharto dan Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaeman,” kata Panggah.

Ia berharap peningkatan produktivitas tersebut dapat berkontribusi terhadap penguatan kemandirian dan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Peningkatan produksi yang signifikan tentu diharapkan dapat mendorong kemandirian dan swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” ujarnya.

Efisiensi dan Kesehatan Tanah

Kepala Desa Plosogaden Sutarno menyambut positif hasil panen tersebut. Menurutnya, peningkatan produktivitas akan memberikan peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan.

Ia berharap pola budidaya yang diuji dalam demplot dapat dikembangkan di seluruh wilayah Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, hingga wilayah Kabupaten Temanggung.

Sementara itu, Ketua Umum Intani Guntur Subagja Mahardika mengatakan pengembangan pertanian berkelanjutan tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan tanah dan efisiensi biaya usaha tani.

“Intani konsen untuk pengembangan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Dengan pola pemupukan berimbang dan pengaplikasian PHC Pureplant, kami berharap tanah lebih sehat, produksi meningkat, dan biaya usaha tani lebih efisien,” ujar Guntur Subagja Mahardika.

Dalam demplot tersebut, PHC Pureplant digunakan bersama pembenah tanah organik (PTO) HumicGen pada tahap pengolahan lahan.

Menurut Guntur, Pureplant merupakan pupuk hayati cair yang diproduksi melalui proses laboratorium oleh PT IMP 168 dan mengandung mikroorganisme lokal serta zat pengatur tumbuh (ZPT). Sementara HumicGen mengandung asam humat dan karbon aktif yang digunakan sebagai pembenah tanah.

“Intani melalui PT Intani Bumi Lestari berkolaborasi dengan PT IMP 168 karena memiliki visi yang sama, yakni mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan, menghasilkan pangan yang sehat, menyehatkan tanah, sekaligus meningkatkan produksi pertanian,” tuturnya.

Program demplot pemupukan berimbang tersebut menjadi bagian dari upaya menguji alternatif budidaya padi yang dapat meningkatkan produktivitas dengan penggunaan input yang lebih efisien. 

Di Bantul, pola yang sama sebelumnya juga mendapat apresiasi dari Direktorat Pupuk Kementerian Pertanian karena produktivitas demplot mencapai lebih dari 10 ton per hektare.