INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Midea Electronics Indonesia memperkuat ekspansi bisnis di pasar domestik dengan mengandalkan manufaktur lokal, perluasan portofolio produk, teknologi pintar, serta jaringan distribusi dan layanan purna jual. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menangkap pertumbuhan kebutuhan konsumen elektronik rumah tangga di Indonesia.
Vice President Midea Electronics Indonesia Michael Adisuhanto mengatakan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis bagi pengembangan bisnis Midea. Karena itu, perusahaan tidak hanya menggenjot penjualan, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis dari sisi produksi hingga layanan konsumen.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi pertumbuhan pasar maupun perkembangan kebutuhan konsumen. Karena itu, kami terus memperkuat fondasi bisnis kami di sini, mulai dari investasi manufaktur, portfolio produk, distribusi hingga layanan purna jual,” ujar Michael dalam konferensi pers bertajuk Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu di Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Penguatan manufaktur menjadi salah satu tumpuan ekspansi Midea di Indonesia. Saat ini, perusahaan memiliki tiga fasilitas produksi yang dibangun sejak 2024, yakni pabrik AC dan mesin cuci di Cikarang serta pabrik kulkas di Karawang.
Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan Midea mendekatkan proses produksi dengan pasar domestik sekaligus memperkuat ketersediaan produk. Langkah ini juga menunjukkan semakin pentingnya Indonesia dalam rantai pasok dan strategi bisnis jangka panjang perusahaan elektronik asal China tersebut.
Di sisi hilir, Midea telah memperluas jangkauan distribusinya ke lebih dari 470 area dengan ketersediaan produk di lebih dari 1.700 toko di Indonesia. Perusahaan juga mengembangkan infrastruktur purna jual melalui lebih dari 310 titik layanan dan didukung lebih dari 500 teknisi profesional.
Strategi tersebut menjadi penting di tengah persaingan industri elektronik rumah tangga yang tidak lagi hanya ditentukan oleh harga dan spesifikasi produk. Kemampuan perusahaan menjaga ketersediaan produk, distribusi, serta layanan setelah pembelian menjadi bagian dari pengalaman konsumen yang turut menentukan daya saing merek.
Selain memperkuat skala bisnis, Midea juga mengarahkan pengembangan produk pada integrasi teknologi pintar. Perusahaan mengembangkan ekosistem AI SMART MASTER yang menghubungkan sejumlah perangkat rumah tangga melalui Midea SmartHome App.
Ekosistem tersebut mencakup AC Celest dengan fitur AI Ecomaster, kulkas dengan Smart+ Sensor, mesin cuci, vacuum cleaner, cooker hood hingga air purifier. Midea menilai penerapan teknologi perlu diarahkan pada kebutuhan nyata konsumen, terutama efisiensi, kemudahan penggunaan dan perawatan.
Product Management Head Midea Electronics Indonesia Hendry Wijaya mengatakan perubahan perilaku konsumen membuat perusahaan harus memastikan teknologi yang ditawarkan memberikan manfaat nyata.
“Kami melihat bahwa konsumen semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fitur, tetapi juga mempertimbangkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu dan memudahkan aktivitas sehari-hari, lebih efisien, dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Hendry.
Pada kategori AC, Midea mengembangkan teknologi yang ditujukan untuk efisiensi energi, ketahanan produk dan kemudahan perawatan. Sementara pada mesin cuci, perusahaan menghadirkan program yang disesuaikan dengan berbagai jenis pakaian.
Adapun pada kategori kulkas, Midea menggabungkan kapasitas besar dengan teknologi inverter dan pengaturan digital. Perusahaan juga mengembangkan produk water heater dengan fokus pada keamanan, kemudahan kontrol dan konektivitas.
Dari sisi pemasaran, Midea turut memanfaatkan strategi global untuk memperkuat penetrasi merek di Indonesia. Kolaborasi dengan FC Barcelona serta keterlibatan dalam sepak bola Asian Football Confederation (AFC) menjadi bagian dari strategi tersebut.
Marketing Communication Head Midea Electronics Indonesia Hafizh Maulana mengatakan kerja sama dengan entitas olahraga global dapat membuka kanal interaksi baru dengan konsumen, khususnya melalui sepak bola yang memiliki basis penggemar besar.
“Kolaborasi dengan FC Barcelona dan AFC memberi kami ruang untuk memperkenalkan Midea dalam konteks yang lebih dekat dengan passion konsumen. Sepak bola memiliki basis audiens yang sangat besar dan emosional, sehingga kolaborasi ini dapat menjadi jembatan untuk membuat merk Midea lebih dikenal, relevan, dan engaging,” ujar Hafizh.
Seluruh strategi tersebut kemudian dikemas melalui kampanye Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu. Kampanye ini menjadi payung komunikasi yang menggabungkan kekuatan produk, teknologi, manufaktur lokal, distribusi, layanan purna jual hingga kemitraan global.
“Midea Paling Ideal menjadi cara kami menyatukan banyak kekuatan Midea dalam satu pesan yang mudah dipahami. Ada produk yang lengkap, teknologi pintar, produksi lokal, purna jual, distribusi yang luas, hingga global partnership. Semua itu adalah bagian dari alasan mengapa Midea ingin terus menjadi pilihan yang relevan bagi konsumen Indonesia,” tambah Hafizh.
Dengan fondasi manufaktur, jaringan distribusi dan layanan yang semakin luas, Midea menempatkan Indonesia bukan sekadar sebagai pasar penjualan, tetapi sebagai salah satu basis pertumbuhan bisnis jangka panjang. Perusahaan pun masih membuka ruang untuk memperluas ekosistem produknya seiring perkembangan kebutuhan konsumen.
“Kami ingin tumbuh bukan hanya sebagai merk yang semakin besar, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami terus memperkuat setiap bagian dari bisnis kami, dari produksi sampai pengalaman konsumen,” tutup Michael.