Highlights
  • Forbes 2026 mencatat 3.428 miliarder dunia, termasuk pengusaha-pengusaha besar dari Indonesia
  • Low Tuck Kwong menempati posisi teratas orang terkaya Indonesia dengan kekayaan US$16,8 miliar
  • Sektor tambang, energi, dan data center mendominasi sumber kekayaan miliarder Indonesia

Siapa saja orang terkaya di Indonesia dan dari mana sumber kekayaan mereka? Setiap tahun, Forbes merilis daftar miliarder dunia yang mencakup pengusaha-pengusaha terkaya dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Tahun 2026 sendiri mencatat rekor jumlah miliarder global yang mencapai 3.428 orang. Berikut daftar lengkap10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes beserta sumber kekayaan, bisnis, dan perusahaan yang mereka miliki.

Data kekayaan dalam artikel ini bersumber dari Forbes Billionaires List per Agustus 2026. Perlu kalian catat bahwa nilai kekayaan para miliarder ini bersifat dinamis karena sebagian besar berasal dari kepemilikan saham di perusahaan publik yang harganya berubah setiap hari.

1. Low Tuck Kwong — US$16,8 Miliar (Rp302 Triliun)

Low Tuck Kwong menempati posisi pertama sebagai orang terkaya di Indonesia. Pengusaha kelahiran Singapura yang dijuluki "Raja Batu Bara" ini merupakan pendiri PT Bayan Resources, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BYAN.

Selain mengendalikan Bayan Resources, Low Tuck Kwong juga memiliki bisnis di sektor energi terbarukan melalui Metis Energy di Singapura, kepentingan bisnis di The Farrer Park Company yang bergerak di bidang layanan kesehatan, serta Samindo Resources yang bergerak di jasa pertambangan. Diversifikasi usaha ini memperkuat posisinya sebagai salah satu konglomerat terbesar di Asia.

2. Prajogo Pangestu — US$16 Miliar (Rp288 Triliun)

Prajogo Pangestu, putra seorang pedagang karet, memulai perjalanan bisnisnya di industri kayu pada akhir 1970-an. Perusahaannya, Barito Pacific Timber, melantai di bursa pada 1993 sebelum berganti nama menjadi Barito Pacific pada 2007 seiring berkurangnya porsi bisnis kehutanan.

Pada tahun yang sama, Barito Pacific mengakuisisi 70% saham perusahaan petrokimia Chandra Asri, yang kemudian berkembang menjadi salah satu pemain terbesar di sektor tersebut. Pada 2011, Chandra Asri merger dengan Tri Polyta Indonesia. Prajogo juga membawa perusahaan tambang batu bara Petrindo Jaya Kreasi melantai di BEI pada 2023, disusul anak usaha energi terbarukan Barito Renewables Energy pada tahun yang sama. Kerajaan bisnisnya mencakup petrokimia, pertambangan, dan energi terbarukan.

3. Robert Budi Hartono — US$15,9 Miliar (Rp286 Triliun)

Robert Budi Hartono bersama mendiang saudaranya Michael Hartono dikenal sebagai pendiri Grup Djarum, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Namun bisnis keluarga Hartono jauh melampaui industri tembakau.

Keluarga Hartono merupakan pemegang saham utama Bank Central Asia (BCA), bank swasta terbesar di Indonesia. Selain itu, mereka juga memiliki investasi di sektor teknologi melalui Global Digital Niaga (Blibli), properti, dan berbagai sektor lainnya. Kombinasi bisnis rokok yang sangat profitable dan kepemilikan saham di BCA menjadikan keluarga Hartono salah satu yang terkaya di Asia Tenggara.

4. Anthoni Salim — Rp191 Triliun

Anthoni Salim adalah Chairman Salim Group, konglomerasi bisnis terbesar di Indonesia yang didirikan oleh mendiang ayahnya, Sudono Salim (Liem Sioe Liong). Salim Group memiliki lini usaha yang sangat luas, mulai dari makanan dan ritel (Indofood, Indomaret), infrastruktur, telekomunikasi, hingga semen dan properti.

Indofood di bawah Salim Group merupakan produsen mi instan terbesar di dunia melalui merek Indomie yang sudah diekspor ke lebih dari 100 negara. Selain itu, Anthoni Salim juga memiliki bisnis di sektor energi dan pertambangan yang tersebar di berbagai negara.

5. Dato Sri Tahir — US$9,4 Miliar (Rp169 Triliun)

Dato Sri Tahir adalah pendiri Mayapada Group, konglomerasi dengan portofolio bisnis yang terdiversifikasi di sektor perbankan (Bank Mayapada), properti (Mayapada Hospital, gedung perkantoran), dan layanan kesehatan. Tahir dikenal sebagai salah satu pengusaha yang sangat sukses dalam membangun bisnis dari nol hingga menjadi kerajaan bisnis bernilai miliaran dolar.

6. Sri Prakash Lohia — US$8,3 Miliar (Rp149 Triliun)

Sri Prakash Lohia adalah pengusaha kelahiran India yang mendirikan Indorama Corporation, salah satu produsen petrokimia dan tekstil terbesar di Indonesia. Indorama Corporation memiliki operasi di berbagai negara dan memproduksi berbagai produk kimia termasuk polyethylene terephthalate (PET) yang digunakan dalam kemasan plastik.

Keberhasilan Indorama dalam menjadi pemain global di sektor petrokimia menjadikan Lohia sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia meski bukan warga negara Indonesia.

7. Otto Toto Sugiri — US$7,7 Miliar (Rp138 Triliun)

Otto Toto Sugiri adalah pendiri dan CEO PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan pusat data (data center) terbesar di Indonesia. Kesuksesan DCI Indonesia mencerminkan booming-nya sektor ekonomi digital di Indonesia yang membutuhkan infrastruktur data center yang masif.

DCI Indonesia melantai di BEI pada 2021 dan sejak itu nilai sahamnya terus meroket seiring meningkatnya permintaan akan layanan cloud dan data center dari berbagai perusahaan teknologi besar. Kekayaan Toto Sugiri menunjukkan bahwa sektor teknologi kini mampu menciptakan miliarder baru di Indonesia.

8. Marina Budiman — US$5,5 Miliar (Rp99 Triliun)

Marina Budiman menempati posisi kedelapan dengan kekayaan yang juga berasal dari bisnis pusat data. Sebagai Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk, Marina memiliki kepemilikan saham signifikan di perusahaan data center tersebut. Bersama Otto Toto Sugiri, Marina membangun DCI Indonesia menjadi pemain dominan di industri data center Asia Tenggara.

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono — US$4,6 Miliar (Rp82 Triliun)

Lim Hariyanto Wijaya Sarwono adalah pendiri Harita Group, konglomerasi bisnis yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan nikel. Harita Group memiliki operasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan dan Sulawesi.

Melalui anak usahanya PT Harita Nickel, Harita Group menjadi salah satu pemain utama dalam hilirisasi nikel Indonesia yang sangat strategis bagi industri baterai kendaraan listrik. Kebijakan hilirisasi nikel pemerintah Indonesia turut mendongkrak nilai kekayaan Lim Hariyanto secara signifikan.

10. Theodore Rachmat — US$4,3 Miliar (Rp77 Triliun)

Theodore Rachmat menutup daftar 10 orang terkaya di Indonesia sebagai pendiri Triputra Group, konglomerasi yang bergerak di berbagai sektor termasuk pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, manufaktur, dan otomotif. Triputra Group memiliki lebih dari 30 anak perusahaan yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Sebelum mendirikan Triputra, Theodore pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra International, salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Pengalaman panjangnya di dunia bisnis menjadikannya salah satu pengusaha paling dihormati di Tanah Air.

Tren Kekayaan Miliarder Indonesia

Berdasarkan data Forbes 2026, beberapa tren menarik bisa kalian amati dari daftar orang terkaya di Indonesia:

  • Sektor Sumber Daya Alam Masih Dominan — Pertambangan batu bara, nikel, dan petrokimia masih menjadi penyumbang utama kekayaan miliarder Indonesia. Ini menunjukkan bahwa industri berbasis komoditas tetap memiliki peran penting.
  • Data Center sebagai Sumber Kekayaan Baru — Masuknya Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman ke dalam daftar menunjukkan bahwa sektor teknologi, khususnya data center, kini mampu menciptakan miliarder baru di Indonesia.
  • Diversifikasi Bisnis — Hampir semua miliarder di daftar ini tidak hanya mengandalkan satu sektor bisnis. Mereka aktif melakukan diversifikasi ke berbagai industri untuk memitigasi risiko.
  • Hilirisasi Meningkatkan Nilai Kekayaan — Kebijakan hilirisasi pemerintah, terutama di sektor nikel, turut mendongkrak nilai kekayaan pengusaha-pengusaha pertambangan.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Siapa orang terkaya di Indonesia tahun 2026?

Berdasarkan Forbes Billionaires List per Agustus 2026, Low Tuck Kwong, pendiri Bayan Resources, menempati posisi pertama dengan kekayaan US$16,8 miliar atau sekitar Rp302 triliun. Ia dikenal sebagai "Raja Batu Bara" Indonesia.

Dari mana sumber kekayaan utama miliarder Indonesia?

Sektor pertambangan (batu bara, nikel), petrokimia, dan perkebunan kelapa sawit masih mendominasi sumber kekayaan miliarder Indonesia. Namun sektor teknologi seperti data center mulai menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.

Berapa jumlah miliarder Indonesia di Forbes 2026?

Indonesia memiliki sekitar 10-15 miliarder yang masuk dalam Forbes Billionaires List 2026. Jumlah ini terus bertambah dari tahun ke tahun seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor baru seperti teknologi digital.

Apakah ada miliarder Indonesia dari sektor teknologi?

Ya. Otto Toto Sugiri (pendiri DCI Indonesia) dan Marina Budiman (Preskom DCI Indonesia) merupakan miliarder Indonesia yang kekayaannya berasal dari sektor teknologi, khususnya pusat data. Keduanya masuk dalam daftar 10 besar orang terkaya Indonesia.

Bagaimana cara Forbes menghitung kekayaan miliarder?

Forbes menghitung kekayaan bersih miliarder dengan memantau pergerakan harga saham, nilai perusahaan, serta dinamika pasar. Kepemilikan saham di perusahaan publik diperbarui setiap 5 menit selama pasar saham dibuka. Untuk perusahaan swasta, estimasi kekayaan diperbarui dalam sehari.