INDUSTRY.co.id - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono menghimbau kaum muda dan kalangan mahasiswa mengobarkan semangat kebangsaan dan keberagaman (pluralisme).
Seruan ini disampaikan Soni saat memberi sambutan pada acara Pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Se-DKI untuk periode 2016-2018 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Kamis (22/12).
Dalam sambutannya Soni mengatakan, Jakarta sebagai ibukota negara menjadi contoh bagi daerah lain. Sehingga tidak mudah mengelola Jakarta. Permasalahan yang kita hadapi saat ini semakin kompleks, perubahan yang semakin cepat sehingga perlu ada kontrol dan pengawasan. Ini kontekstual kondisi Jakarta.
"Jakarta bukan milik satu agama, atau bukan milik satu suku atau satu etnis tertentu, tapi Jakarta milik bersama, saya sebagai Gubernur DKI Jakarta, saudara bisa melihat dimana-mana di kantor kecamatan, kantor swasta, gedung perkantoran terpampang slogan "Kita Semua Bersaudara", itu komitmen saya tentang kebangsaan," ujar Soni di hadapan puluhan mahasiswa yang hadir dari berbagai kalangan. Selain GMNI hadir juga pengurus Cipayung Plus yakni HMI, PMII, GMKRI, PMKRIS, Himabudi.
Jadi, lanjut Soni, kita semua bersaudara, maka ia meminta semua warga bangsa melepas dari sikap perbedaan. "Rambut boleh keriting, ada yang berambut putih, ada dari Papua, ada dari Jawa, tapi kita tidak berbeda dalam berbangsa, Kita semua bersaudara, kalau tidak saudara se RT, paling tidak saudara se agama, minimal saudara sebangsa dan setanah air," ujar Soni yang juga salah satu Ketua Pengurus Alumni GMNI ini.
Inilah, yang menurut Soni harus dijaga yakni semangat Bhineka Tunggal Ika. "Itulah maka ada semboyan Bhine Tunggal Ika, makanya nilai toleransi menjadi sangat-sangat penting untuk kita junjung tinggi," katanya.
Soni menjamin umat Nasrani yang akan merayakan Perayaan Natal akan berjalan aman dan damai, jika semua warga bangsa sadar bahwa mereka punya saudara dalam berbeda keyakinan.
"Bagi umat Kristen Katolik yang dirumahnya memasang Ornamen Natal, go saja silahkan. demikian juga umat Konghucu, silahkan memasang ornamen Gong Xi Fatcai, demikian juga bagi yang beragama Islam, kita harus saling menghormati agama," papar Soni.
"Jangankan di rumah anda masing-masing, di Balai Kota DKI pun saya sudah pasang Pohon Natal, besok di Perayaan Konghucu bulan Februari, saya pasang ornamen ucapan Gong Xi Fatcai, demikian juga saat perayaan Idul Fitri maka saya pasang Selamat Hari Raya Idul Fitri, karena Balaikota DKI milik bersama karena warga Jakarta berbeda-beda agama tapi satu saudara, sesama warga Jakarta," tambahnya.
Yang perlu dipahami oleh semua warga bangsa. lanjut Soni, bahwa ini kota Jakarta dan ini Indonesia. Kita sebagai warga harus menghormati warga lainnya sebagai satu bangsa.
Untuk itu pesan Soni kepada para kader GMNI plus untuk selalu mengajak, mensosialisasikan semangat kebangsaan dan semangat persatuan dalam berbagai bentuk.
Menurut Soni, gerakan mahasiswa yang berbasis Marhaenisme merupakan organisasi yang telah berdiri sejak lama, Kritis dan selalu memberikan masukan yang membangun kepada pemerintah. "Saya mengajak seluruh kader GMNI, kaum muda, aktivis gerakan mahasiswa untuk tetap menjaga keutuhan NKRI dan kebhinekaan, tambahnya.
Karena itu, saya mengajak seluruh aktivis gerakan, mari bersama-sama membangun dan mengawasi jakarta sebagai Ibukota Negara. "Saya mengucapkan selamat atas pelantikan dan selamat bekerja, mari bersama-sama kita bangun dan menjaga Kota Jakarta. Berharap GMNI se-DKI menjadi pelopor perubahan dalam menata dan membangun kota ini," pungkas Soni.
Pengurus dilantik oleh Ketua GMNI Pusat Krisman Damanik, dihadiri Sekjen GMNI Pusat Pius Ambria serta unsur pengurus DPC GMNI se-DKI.(Hrb)