INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Kamis (7/9/2017), secara teknikal IHSG terkonsolidasi pada level support bullish trend dengan pola candlestick bullish counter attack. IHSG diperkirakan pada level 5800-5855.
“Indikasi penguatan jangka pendek ditambah Indikator Stochastic yang terkonfirmasi golden-cross pada area jenuh jual. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba menguat dengan range pergerakan 5800-5855,” kata analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (7/9/2017).
Ia menyodorkan saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ASRI, TLKM, GGRM, WSKT, ADRO.
IHSG (-0.1%) cenderung bergerak mixed pada Rabu (6/9) dengan ditutup turun -5.84 poin dilevel 5824.14 setelah sempat berada pada zona hijau menjelang penutupan sesi kedua. Sektor Infrastruktur (+0.84%) dan Pertambangan (0.83%) memimpin penguatan sedangkan indeks sektor keuangan perbankkan (-0.59%) menjadi penekan.
Memudarnya kekhawatiran investor terhadap geopolitik menjadi alasan utama meskipun terlihat investor domestik yang menjadi peran disaat investor asing melakukan aksi jual tertinggi dibulan ini. Pasar reguler tercatat net sell sebesar 973.8 Miliar dan pasar negosiasi sebesar 793.55 Miliar sehingga total aksi jual bersih investor dilevel 1.77 Triliun rupiah.
Indeks saham Hangseng (-0.46%) dan Shanghai (-0.20%) ditutup turun sedangkan Indeks saham Jepang seperti Nikkei (-0.14%) dan Topix (+0.08%) terlihat mulai kondusif dengan ditutup terkonsolidasi. Sebagian besar komoditas terkena dampak profit taking setelah pada perdagangan sebelumnya menjadi primadona disaat ketegangan geopolitik.
Indeks eurostox (-0.22%), FTSE (-0.53%) dan DAX (-0.11%) dibuka pesimis ditengah bursa Asia mulai terkonsolidasi. Kekhawatiran Mario Draghi pada kekuatan Euro menjadi salah satu sentimen sehingga pada pertemuan Bank sentral Eropa besok tidak akan banyak cerita mengenai masa depan program pembelian aset menurut konsensus. Sentimen selanjutnya dari dalam negeri akan ada data indeks keyakinan konsumen dengan perkiraan naik. PDB Eropa dan keputusan suku bunga oleh ECB.