Robinhood Chain, blockchain baru yang diluncurkan Robinhood Markets pada 1 Juli 2026, berhasil menyusul Solana dalam beberapa metrik penting hanya dalam waktu dua bulan. Pada 2 September 2026, Robinhood Chain mencatatkan pendapatan rantai (chain revenue) harian US$ 4,01 juta, melampaui Solana (US$ 81.714), Ethereum, dan Tron di leaderboard DeFiLlama. Pencapaian ini menjadikan Robinhood Chain sebagai salah satu blockchain dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah kripto.
Highlights
- Pendapatan harian US$ 4,01 juta — melampaui Solana, Ethereum, dan Tron
- Volume DEX harian US$ 1,49 miliar dengan 5,52 juta transaksi dalam satu hari
- Tokenized stocks senilai US$ 193,25 juta — susul Solana dalam jumlah holder RWA
- Diluncurkan 1 Juli 2026 — Arbitrum Orbit rollup di Ethereum
- Boom memecoin — CASHCAT, Artificial Inu, dan puluhan token baru lahir di chain ini
Daftar Isi
- Apa Itu Robinhood Chain?
- Pendapatan Harian Lampaui Solana
- Tokenized Stocks Susul Solana
- Volume DEX dan Transaksi Harian
- Boom Memecoin di Robinhood Chain
- Arsitektur dan Teknologi
- Dampak bagi Industri Blockchain
Apa Itu Robinhood Chain?
Robinhood Chain adalah blockchain Layer-2 yang dibangun oleh Robinhood Markets Inc., perusahaan fintech yang terkenal dengan aplikasi trading saham dan kripto populer di Amerika Serikat. Blockchain ini resmi diluncurkan pada 1 Juli 2026 dan dibangun menggunakan teknologi Arbitrum Orbit rollup yang berjalan di atas Ethereum.
Berbeda dengan blockchain lain yang fokus pada DeFi atau NFT, Robinhood Chain dirancang khusus untuk layanan keuangan dan tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA). Konsep utamanya adalah menjembatani antara keuangan tradisional (TradFi) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) melalui teknologi blockchain.
Robinhood Chain memiliki Chain ID 4663 dan dapat dijelajahi melalui block explorer seperti Blockscout dan Robinscan. Dalam waktu singkat, chain ini berhasil menarik perhatian komunitas kripto global karena pertumbuhannya yang luar biasa cepat.
Pendapatan Harian Lampaui Solana
Pencapaian paling mencolok dari Robinhood Chain adalah pendapatan rantai harian yang melampaui semua blockchain besar. Pada 2 September 2026, Robinhood Chain mencatatkan:
| Blockchain | Chain Revenue (2 Sep) |
|---|---|
| Robinhood Chain | US$ 4,01 juta |
| Tron | — |
| Ethereum | — |
| Solana | US$ 81.714 |
Sumber: DeFiLlama, 2 September 2026
Sebelumnya, pada 31 Agustus 2026, Robinhood Chain juga menghasilkan US$ 1,07 juta dalam gas fee harian, melampaui Solana, Base, dan Ethereum. Lonjakan pendapatan ini terjadi setelah subsidi gas berakhir, yang berarti pengguna kini membayar biaya transaksi penuh — dan volume transaksi tetap tinggi meskipun biaya naik.
Namun, penting untuk dicatat bahwa pendapatan 30 hari Robinhood Chain (US$ 4,51 juta dalam fees, US$ 4,04 juta dalam revenue) masih jauh di bawah Ethereum, Tron, atau Solana. Pencapaian harian ini lebih mencerminkan momentum pertumbuhan yang sangat cepat, bukan dominasi jangka panjang.
Tokenized Stocks Susul Solana
Salah satu fitur unggulan Robinhood Chain adalah tokenisasi saham (tokenized equities). Dalam waktu dua minggu setelah peluncuran, total nilai saham yang sudah ditokenisasi mencapai US$ 70 juta — naik lima kali lipat dari minggu pertama. Saat ini, total nilai tokenized assets di Robinhood Chain telah mencapai US$ 193,25 juta.
Yang lebih mengejutkan, Robinhood Chain berhasil menyusul Solana dalam jumlah holder RWA (Real-World Assets) hanya dalam 25 hari setelah mainnet diluncurkan. Ini menunjukkan adopsi yang sangat cepat terhadap infrastruktur Robinhood Chain untuk membawa aset dunia nyata ke blockchain.
Tokenisasi saham memungkinkan pengguna untuk:
- Memiliki fraksi saham perusahaan besar dalam bentuk token di blockchain
- Trading 24/7 tidak seperti pasar saham tradisional yang hanya buka di jam kerja
- Transfer lintas batas tanpa perantara broker tradisional
- Integrasi dengan DeFi — tokenized stocks bisa digunakan sebagai kolateral atau di-trading di DEX
Volume DEX dan Transaksi Harian
Aktivitas di Robinhood Chain sangat tinggi. Pada puncaknya, chain ini mencatatkan:
- Volume DEX harian: US$ 1,49 miliar
- Transaksi harian: 5,52 juta
- Daily active users yang terus meningkat, bahkan sempat menyusul Tempo dalam jumlah pengguna aktif harian
Volume DEX yang sangat besar ini sebagian besar didorong oleh aktivitas memecoin dan tokenized stocks. Uniswap, DEX terbesar di dunia, telah terintegrasi dengan Robinhood Chain, sehingga setiap token yang "lulus" dari platform launchpad otomatis masuk ke pool Uniswap.
Boom Memecoin di Robinhood Chain
Fenomena menarik di Robinhood Chain adalah ledakan memecoin. Platform launchpad bernama Pons menjadi tempat lahirnya puluhan memecoin baru setiap hari. Beberapa memecoin yang paling populer di Robinhood Chain antara lain:
- CASHCAT — memecoin bertema kucing yang menjadi salah satu yang paling populer
- Artificial Inu ($AI) — memecoin bertema AI
- HMM Thinking Cat — memecoin kucing lainnya
- STONKBROKER — memecoin bertema trading saham
- TENDIES — memecoin bertema "tendies" (istilah slang untuk profit di komunitas kripto)
- YOLO — memecoin bertema "You Only Live Once"
Setiap memecoin yang "lulus" (graduate) dari platform Pons akan otomatis masuk ke pool likuiditas di Uniswap. Mekanisme ini menciptakan siklus di mana setiap kelahiran token baru berkontribusi pada volume DEX dan pendapatan gas fee chain.
Namun, perlu diingat bahwa memecoin sangat berisiko tinggi. Sebagian besar memecoin kehilangan nilai dengan cepat dan banyak yang akhirnya tidak bernilai sama sekali. Investor harus sangat berhati-hati dan hanya menginvestasikan dana yang siap hilang.
Arsitektur dan Teknologi
Robinhood Chain dibangun dengan arsitektur yang solid:
- Arbitrum Orbit Rollup: Teknologi Layer-2 yang berjalan di atas Ethereum, memberikan keamanan Ethereum dengan biaya transaksi yang lebih rendah
- Settlement di Ethereum: Semua transaksi akhirnya diselesaikan di Ethereum, sehingga mendapat keamanan dari jaringan Ethereum
- EVM Compatible: Kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine, sehingga smart contract Ethereum bisa di-deploy di Robinhood Chain
- Chain ID 4663: Identifier unik untuk Robinhood Chain
Arsitektur ini memungkinkan Robinhood Chain untuk memproses transaksi dengan cepat dan murah sambil tetap mendapat keamanan dari Ethereum. Ini juga berarti developer yang sudah familiar dengan Ethereum dan Solidity bisa dengan mudah membangun aplikasi di Robinhood Chain.
Dampak bagi Industri Blockchain
Kemunculan Robinhood Chain memiliki beberapa implikasi penting bagi industri blockchain:
- Validasi model RWA: Keberhasilan Robinhood Chain membuktikan bahwa tokenisasi aset dunia nyata memiliki permintaan yang sangat besar
- Persaingan semakin ketat: Blockchain besar seperti Solana, Ethereum, dan Base kini memiliki pesaing baru yang serius
- Peran perusahaan fintech: Robinhood menunjukkan bahwa perusahaan fintech tradisional bisa berhasil membangun blockchain sendiri
- Adopsi massal: Dengan basis pengguna Robinhouse yang sudah besar (puluhan juta), potensi adopsi blockchain ke mainstream semakin besar
Namun, beberapa analis juga mengingatkan bahwa pertumbuhan yang sangat cepat ini mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka panjang. Pendapatan 30 hari Robinhood Chain masih jauh di bawah blockchain mapan, dan sebagian besar aktivitas saat ini didorong oleh memecoin yang bersifat spekulatif.
Key Takeaways
- Robinhood Chain mencatatkan chain revenue harian US$ 4,01 juta pada 2 September 2026, melampaui Solana, Ethereum, dan Tron
- Tokenized stocks senilai US$ 193,25 juta sudah ada di chain ini, dengan jumlah holder RWA yang menyusul Solana
- Volume DEX harian mencapai US$ 1,49 miliar dengan 5,52 juta transaksi
- Boom memecoin melalui platform Pons menjadi driver utama aktivitas chain
- Dibangun sebagai Arbitrum Orbit rollup di Ethereum, dengan fokus pada tokenisasi aset dunia nyata
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Investasi kripto memiliki risiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum berinvestasi.
Sumber data: DeFiLlama, CryptoBriefing, CryptoNews, BingX, Pluang, Cryptopolitan | Penulis: Dana Putra