INDUSTRY.co.id - Jakarta-PT BCA Syariah menyatakan tidak mengambil untung dari penjualan kartu uang elektronik yang baru saja diproduksi, termasuk target fee base income dari transasi kartu uang elektronik tersebut, anak usaha BCA ini tidak mempunya ambisi menghasilkan fee base income.

Sayangnya penerbitan kartu ini masih menyusu dengan induknya, berupa co branding dengan kartu Flazz.

John Kosasih, President Direktur  BCA Syariah menyebutkan produksi kartu mencapai 10.000 yang  rencananya hingga 2018. Untuk tahun ini baru terbit sebanyak 1.000 kartu yang dideliver kepada masyarakat.

“Target produksi sampai 2018, itu 10 ribu, untuk kloter pertama diterbitkan 1.000 kartu. Peruntukan  enggak hanya transportasi, akan sangat menarik , kloter pertama produksi 1.000 sebentar lagi habis,” kata dia di Jakarta, Rabu (6/9/2017).

Untuk investasi penerbitan kartu, anggaran per kartu sebesar Rp23 ribu  dikalikan total yang sudah terbit sebanyak 1.000 kartu. Total investasi co branding totalnya Rp23 juta terbilang sangat kecil. Wajar saja kecil, karena penerbitan kartu tersebut merupakan perdana bagi BCA Syariah.

“Flazz BCA Syariah merupakan hasil kerjasama co branding dengan kartu Flazz BCA, layanan ini merupakan inovasi BCA Syariah untuk memberikan kemudahan transaksi nasabah serta mendukung gerakan nasional uang non tunai,” katanya.