INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Kawasan perbatasan Indonesia terus bergerak meninggalkan citra sebagai wilayah terluar yang identik dengan keterisolasian. Pemerintah kini menempatkan perbatasan sebagai bagian penting dari wajah dan pertumbuhan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI melalui juru bicaranya. Pesan yang disampaikan pun tegas: “Perbatasan bukanlah halaman belakang Indonesia, melainkan beranda terdepan negara.”

Perkembangan pengelolaan kawasan perbatasan salah satunya dapat dilihat melalui Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP). Pada 2026, BNPP telah menyelesaikan pengukuran IPKP di 22 pusat pertumbuhan kawasan perbatasan.

Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai IPKP naik dari 0,55 pada 2025 menjadi 0,58 pada 2026.

Pengukuran tersebut mencakup 22 kawasan yang terdiri atas 11 kawasan perbatasan darat dan 11 kawasan perbatasan laut. Penilaiannya melihat tiga aspek utama, yakni aktivitas lintas batas, konektivitas transportasi, serta pertumbuhan ekonomi.

Namun, IPKP tidak semata-mata dimaknai sebagai capaian angka. Di balik nilai tersebut terdapat gambaran mengenai kondisi kawasan perbatasan, termasuk wilayah yang telah menunjukkan perkembangan maupun bagian yang masih membutuhkan penguatan.

Data itu menjadi penting karena pembangunan kawasan perbatasan membutuhkan kebijakan yang tidak seragam. Setiap kawasan memiliki karakteristik, tantangan, serta kebutuhan masyarakat yang berbeda.

Dengan menjadikan hasil IPKP sebagai salah satu acuan, pembangunan di kawasan perbatasan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan tepat sasaran. Kementerian dan lembaga pun didorong untuk menggunakan hasil pengukuran tersebut dalam menyusun maupun memperkuat program pembangunan.

Peningkatan IPKP dari 0,55 menjadi 0,58 menjadi salah satu penanda bahwa pengelolaan kawasan perbatasan terus mengalami kemajuan. Meski demikian, angka tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih terdapat ruang yang perlu diperkuat.

Sebab, membangun perbatasan bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur atau meningkatkan konektivitas. Lebih jauh, pembangunan diarahkan untuk memastikan kawasan perbatasan tumbuh sebagai pusat aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, sekaligus wajah terdepan Indonesia.

Dari kawasan yang dahulu kerap dipandang sebagai wilayah terisolasi, perbatasan kini diarahkan menjadi beranda terdepan Indonesia—tempat pembangunan hadir, aktivitas ekonomi tumbuh, dan masyarakat mendapatkan manfaat secara langsung.