INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harga emas kembali menguat pada perdagangan Rabu (26/8/2026), seiring investor mulai mengambil sikap wait and see menjelang sejumlah katalis makro Amerika Serikat (AS). Harga emas dibuka di level US$4.657 per troy ons.

Meski demikian, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury menjadi penghambat bagi kenaikan harga emas lebih lanjut. Investor cenderung menahan diri sambil mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS Juli yang menjadi salah satu indikator inflasi pilihan The Fed. Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole juga menjadi perhatian karena berpotensi memberikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

Data PCE akan menjadi penentu penting bagi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga, terutama setelah pelemahan data tenaga kerja AS dan inflasi konsumen yang relatif terkendali mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September. Saat ini, pasar memperkirakan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai sekitar 63,6%.

Di sisi lain, reli harga emas yang cukup tajam dalam beberapa pekan terakhir membuat risiko aksi ambil untung atau profit taking semakin besar. Investor berpotensi merealisasikan keuntungan apabila data ekonomi AS kembali memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Namun, secara fundamental, emas masih memiliki sejumlah katalis positif. Ketidakpastian fiskal AS, rencana pembelian kembali obligasi Treasury, perkembangan geopolitik, serta pergerakan harga minyak masih menjadi faktor yang menopang permintaan emas sebagai aset safe haven.

Dengan kondisi tersebut, tren harga emas secara fundamental masih relatif positif, meski ruang penguatan dalam jangka pendek semakin selektif. Investor akan mencermati apakah katalis makro AS mampu memberikan dorongan baru atau justru memicu aksi ambil untung setelah reli harga emas dalam beberapa pekan terakhir.

Secara teknikal, level support terdekat harga emas berada di kisaran US$4.609 hingga US$4.562 per troy ons. Sementara itu, area resistance terdekat berada pada US$4.700 hingga US$4.744 per troy ons.

Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus support tersebut, emas berpotensi menguji level US$4.471. Sebaliknya, apabila mampu menembus resistance terdekat, peluang penguatan menuju resistance jangka menengah di area US$4.835 per troy ons masih terbuka.