INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Oona Insurance Indonesia berhasil membukukan pertumbuhan kinerja yang jauh melampaui industri asuransi umum nasional pada semester I 2026. Premi bruto atau Gross Written Premium (GWP) perusahaan tumbuh 40% secara tahunan, sedangkan laba bersih melesat 55% di tengah industri asuransi umum Indonesia yang justru terkontraksi sekitar 2%.

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa strategi Oona dalam mengejar pertumbuhan yang menguntungkan mulai membuahkan hasil. Perusahaan mengandalkan disiplin underwriting, diversifikasi kanal distribusi dan investasi teknologi untuk menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus profitabilitas.

Dalam waktu kurang dari empat tahun sejak masuk ke Indonesia, Oona juga berhasil mempertahankan posisi di jajaran 10 besar perusahaan asuransi kendaraan bermotor berdasarkan GWP. Posisi perusahaan di industri asuransi umum nasional berdasarkan GWP turut naik sembilan peringkat menjadi perusahaan terbesar ke-23 di Indonesia.

Founder and Group Chief Executive Officer Oona Insurance Abhishek Bhatia mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis yang dilakukan perusahaan sejak memasuki pasar Indonesia.

“Dalam empat tahun terakhir, itulah yang kami lakukan di Indonesia, mulai dari modernisasi teknologi, memperkuat underwriting, memperluas distribusi, hingga mentransformasi bisnis secara keseluruhan. Pertumbuhan sebesar 40% di tengah pasar yang mengalami kontraksi sekitar 2%, disertai peningkatan laba bersih sebesar 55%, menunjukkan bahwa transformasi tersebut telah memberikan hasil,” kata Bhatia.

Menurut Bhatia, penguatan kapabilitas tersebut menjadi semakin penting di tengah potensi konsolidasi industri asuransi. Oona pun mulai menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya dengan mengevaluasi peluang ekspansi melalui akuisisi di kawasan Asia Tenggara.

“Lebih penting lagi, kami telah membangun kapabilitas yang akan semakin bernilai seiring dengan konsolidasi industri. Kini kami memasuki fase berikutnya dalam perjalanan Oona, dengan melanjutkan pencapaian selama empat tahun terakhir sekaligus secara selektif menjajaki peluang untuk memperluas kehadiran kami di Asia Tenggara,” ujarnya.

Indonesia tetap menjadi salah satu pasar strategis bagi Oona. Selain mengejar pertumbuhan organik, perusahaan juga membidik akuisisi secara selektif untuk memperkuat skala bisnis dalam jangka panjang sekaligus mendukung ekspansi regional.

Dari sisi pendapatan, Oona tidak hanya bertumpu pada satu kanal distribusi. Perusahaan mengembangkan kemitraan dengan industri otomotif, perbankan, broker, agen, mitra digital hingga kanal direct-to-consumer.

Strategi distribusi tersebut diperkuat dengan integrasi produk asuransi ke berbagai layanan digital, seperti dompet digital, aplikasi ride-hailing dan platform perjalanan. Model ini memungkinkan Oona menjangkau konsumen melalui ekosistem digital yang sudah mereka gunakan sehari-hari.

Diversifikasi kanal turut menopang pertumbuhan sejumlah lini bisnis, mulai dari asuransi kendaraan bermotor, properti, kesehatan hingga kecelakaan diri. Oona melihat prospek pertumbuhan masih terbuka lebar karena penetrasi asuransi Indonesia relatif rendah dibandingkan sejumlah negara di Asia.

Peluang tersebut juga datang dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Seiring ekspansi dan investasi UMKM, kebutuhan terhadap perlindungan aset, properti komersial dan aktivitas bisnis ikut meningkat.

Oona pun mulai memperluas portofolio perlindungan properti dan bisnis untuk melengkapi bisnis asuransi kendaraan bermotor yang telah menjadi salah satu kekuatan perusahaan.

Di sisi operasional, teknologi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan Oona. Platform teknologi perusahaan memungkinkan integrasi dengan berbagai mitra distribusi dan membekali sekitar 1.000 agen dengan perangkat digital untuk melakukan penawaran, penerbitan hingga pencairan polis secara lebih efisien.

Penguatan infrastruktur digital tersebut membuat Oona dapat mempercepat kolaborasi dengan mitra sekaligus mengintegrasikan produk asuransi langsung ke dalam pengalaman pelanggan. Bagi perusahaan, digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga mempercepat pengembangan dan peluncuran produk baru.

President Director Oona Insurance Indonesia Vincent C. Soegiarto mengatakan pertumbuhan perusahaan merupakan hasil dari eksekusi yang konsisten di berbagai lini bisnis, bukan berasal dari satu inisiatif semata.

“Kami terus memperkuat kemitraan, memperluas portofolio produk, berinvestasi dalam teknologi, serta menjaga disiplin underwriting di tengah berbagai kondisi pasar,” kata Vincent.

Menurut dia, kombinasi strategi tersebut memungkinkan Oona mencatat pertumbuhan di atas pasar sekaligus membangun fondasi bisnis yang lebih tangguh.

“Pendekatan ini memungkinkan kami untuk terus mencatat kinerja di atas pasar, sekaligus membangun bisnis yang lebih kuat dan tangguh untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya di Indonesia,” tutup Vincent.

Dengan pertumbuhan GWP 40% dan laba bersih 55% pada semester I 2026, Oona kini memiliki pijakan lebih kuat untuk memperbesar skala bisnis. Ketika industri asuransi umum nasional masih tertekan, perusahaan justru tengah menyiapkan ekspansi melalui penguatan bisnis organik dan peluang akuisisi di Asia Tenggara.