INDUSTRY.co.id, Jakarta-Memasuki usia satu tahun pasca-transformasi kelembagaan, PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) berhasil membukukan lompatan kinerja keuangan yang solid. Hingga akhir Juli 2026, entitas hasil pemisahan (spin-off) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini mencetak laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melesat 40% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Akselerasi laba perseroan ditopang oleh ekspansi aset yang tumbuh 22,2% YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Laju pertumbuhan ini selaras dengan penyaluran pembiayaan Bank BSN yang tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengapresiasi kinerja Bank BSN yang mampu membukukan catatan positif hanya dalam kurun waktu setahun perjalanan di bawah entitas baru.
"BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia," kata Nixon saat memberikan sambutan dalam gelaran Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8).
Nixon berpesan agar Bank BSN terus menjaga arah pertumbuhan dan mempertahankan keunggulan pembiayaan sektor perumahaan yang dimiliki selama ini.
Selain itu, Nixon juga berpesan agar Bank BSN terus memperkuat partnership dengan mitra-mitra baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan, capaian positif pada tahun pertama operasional ini menjadi bukti bahwa proses transformasi kelembagaan yang bergulir sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025 lalu berjalan secara efektif dan membuahkan hasil.
"Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Alex.
Menariknya, di tengah laju ekspansi pembiayaan yang tergolong agresif, Bank BSN tetap cermat menjaga kualitas aktiva produktifnya.
KPR Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung
Sebagai bank syariah yang berakar kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus menegaskan dominasinya di sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah.
Hingga akhir tahun 2026, Bank BSN memasang target optimistis dengan membidik penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah, melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.
Adapun segmen KPR Non-Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42% YoY. Secara akumulatif, posisi outstanding KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18% YoY) dan KPR Non-Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56% YoY).
Tidak hanya mengandalkan jalur konvensional dan kemitraan dengan para pengembang, Bank BSN juga terbukti lincah memacu kanal digitalnya. Lewat platform Bale Syariah by BSN, perseroan telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026.
Dorongan Muhammadiyah untuk Ekonomi Umat & UMKM
Pencapaian manis BSN di tahun pertamanya mendapat apresiasi hangat dari organisasi keagamaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menitipkan harapan besar agar Bank BSN tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, namun juga mengakar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.
"Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ungkapnya.
Haedar mendorong agar kolaborasi strategis yang telah terbangun antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi 'Aisyiyah dapat ditingkatkan menjadi program-program yang makin konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau.
"Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa," pungkas Haedar.
Hingga akhir Juli 2026, entitas hasil pemisahan (spin-off) UUS BTN dan integrasi Bank Victoria Syariah ini mencetak laba kotor sebesar Rp 643,6 miliar, melesat 40% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Akselerasi laba perseroan ditopang oleh ekspansi aset yang tumbuh 22,2% YoY menjadi Rp81,1 triliun per 31 Juli 2026. Laju pertumbuhan ini selaras dengan penyaluran pembiayaan Bank BSN yang tumbuh 25,7% YoY mencapai Rp62 triliun, serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh 14,8% YoY menjadi Rp64,1 triliun.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Nixon LP Napitupulu mengapresiasi kinerja Bank BSN yang mampu membukukan catatan positif hanya dalam kurun waktu setahun perjalanan di bawah entitas baru.
"BTN sangat mengapresiasi kinerja rekan-rekan di Bank BSN yang hanya dalam kurun waktu singkat sudah bisa mewujudkan mimpi besar menjadi Bank Syariah terbesar ke-2 di Indonesia," kata Nixon saat memberikan sambutan dalam gelaran Tasyakuran Milad ke-1 BSN di Jakarta, Kamis (20/8).
Nixon berpesan agar Bank BSN terus menjaga arah pertumbuhan dan mempertahankan keunggulan pembiayaan sektor perumahaan yang dimiliki selama ini.
Selain itu, Nixon juga berpesan agar Bank BSN terus memperkuat partnership dengan mitra-mitra baru dan menjaga kerja sama yang telah terjalin dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengungkapkan, capaian positif pada tahun pertama operasional ini menjadi bukti bahwa proses transformasi kelembagaan yang bergulir sejak akuisisi Bank Victoria Syariah hingga spin-off pada Desember 2025 lalu berjalan secara efektif dan membuahkan hasil.
"Transformasi BSN bukan sekadar perubahan papan nama atau kelembagaan semata. Yang jauh lebih krusial adalah bagaimana perubahan ini memberi nilai tambah nyata, memperkuat kinerja, dan menghadirkan kemaslahatan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Alex.
Menariknya, di tengah laju ekspansi pembiayaan yang tergolong agresif, Bank BSN tetap cermat menjaga kualitas aktiva produktifnya.
KPR Subsidi Tetap Jadi Tulang Punggung
Sebagai bank syariah yang berakar kuat pada ekosistem perumahan, Bank BSN terus menegaskan dominasinya di sektor Pembiayaan Kepemilikan Rumah. Sepanjang tujuh bulan pertama tahun 2026, perseroan telah merealisasikan penyaluran KPR Subsidi sebanyak 33.222 unit rumah.
Hingga akhir tahun 2026, Bank BSN memasang target optimistis dengan membidik penyaluran KPR Subsidi sebanyak 69.636 unit rumah, melampaui capaian tahun 2025 yang tercatat sebanyak 59.463 unit.
Adapun segmen KPR Non-Subsidi, realisasi pembiayaan hingga Juli 2026 mencapai Rp2,68 triliun, tumbuh 21,42% YoY. Secara akumulatif, posisi outstanding KPR Subsidi Bank BSN tercatat sebesar Rp37,95 triliun (tumbuh 24,18% YoY) dan KPR Non-Subsidi menembus Rp18,64 triliun (tumbuh 18,56% YoY).
Tidak hanya mengandalkan jalur konvensional dan kemitraan dengan para pengembang, Bank BSN juga terbukti lincah memacu kanal digitalnya. Lewat platform Bale Syariah by BSN, perseroan telah menghimpun lebih dari 225 ribu pengguna aktif dengan akumulasi transaksi melampaui 2 juta kali dan volume mencapai Rp4,88 triliun per Juli 2026.
Dorongan Muhammadiyah untuk Ekonomi Umat & UMKM
Pencapaian manis BSN di tahun pertamanya mendapat apresiasi hangat dari organisasi keagamaan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menitipkan harapan besar agar Bank BSN tidak sekadar mengejar angka pertumbuhan, namun juga mengakar pada pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.
"Umat Islam merupakan mayoritas penduduk di negeri ini, namun secara kualitas ekonomi masih menghadapi tantangan ketertinggalan. Kehadiran Bank BSN diharapkan dapat menjadi pilar strategis yang menopang dan memajukan ekonomi umat, khususnya di sektor mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," ungkapnya.
Haedar mendorong agar kolaborasi strategis yang telah terbangun antara Bank BSN dengan PP Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), hingga organisasi 'Aisyiyah dapat ditingkatkan menjadi program-program yang makin konkret, aman, cepat, dan mudah dijangkau.
"Muhammadiyah terus bergerak membangun ikhtiar di bidang pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi masyarakat di daerah terdepan dan terpencil. Kerjasama dengan BSN harus tepat sasaran agar dapat memberikan kemanfaatan dan berkah yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa," pungkas Haedar.