INDUSTRY.co.id - Jakarta-Analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang terjadi koreksi, namun IHSG berada dalam rentang 5797-5882. Sembilan saham dosodorkan kepada pemegang saham yang akan menkoleksinya.
“IHSG terlihat masih akan bergerak menguji support paska pencapaian rekor baru, peluang koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham saham berkapitalisasi besar dikarenakan jika capital inlow kembali terjadi ke dalam pasar modal Indonesia maka peluang saham berkapitalisasi besar akan cukup menarik untuk dijadikan sasaran masuk bagi investor luar, rilis data perekonomian bulanan terlansir deflasi turut memberikan sentimen jangka panjang yang bagus bagi pertumbuhan perekonomian negara, hari ini IHSG berpotensi menguat,” ujar William Surya Wijaya, Vice president Research Department, PT Indosurya Mandiri Sekuritas di Jakarta, Selasa (5/9/2017).
Pada perdagangan Senin (49/2017), Indeks sektor industri dasar (-1.66%) dan aneka industri (-1.45%) hingga pertambangan (-1.43%) memimpin pelemahan. Pertumbuhan pinjaman meningkat menjadi 8.2% hingga data tingkat inflasi tahunan yang stabil 3.82% disertai indeks kinerja Manufaktur naik diatas ekspektasi tidak mampu menahan aksi jual investor pada perdagangan awal pekan ini.
Aksi jual investor asing diawal bulan september dibuka net sell sebesar 562.20 Miliar rupiah. Beberapa investor memilih untuk menahan diri pada pembelian ekuitas dalam menghadapi meningkatnya ketidakstabilan geopolitik.
Ia merekomondasikan beberapa saham pilihan berikut: TLKM, EXCL, AKRA, KLBF, HMSP, INDF, ICBP, MYOR dan WTON.