INDUSTRY.co.id - Jakarta-Dari pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 82 kota, perkembangan harga periode Agustus 2017 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen. Dari 82 kota,47 kota mengalami deflasi dan 35 kota mengalami inflasi.
"Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,03 persen," ungkap Kepala BPS, Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (4/9/2017).
Ia menambahkan, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks pengeluaran. "Kelompok bahan makanan menjadi penyumbang terbesar dengan 0,67 persen," terangnya.
Suhariyanto berharap, beberapa bulan kedepan inflasi akan tetap ada. "Saya meminta agar berhati-hati di bulan Desember, ada momen natal dan liburan akhir tahun," katanya.
Sementara itu, lanjut Suhariyanto, dari 35 kota yang mengalami inflasi, yang tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09 persen. Sedangkan yang terendah terjadi di Batam dengan 0,01 persen.
Menurut tahun kalender (Januari-Agustus) 2017, tingkat inflasi sebesar 2,53 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 3,82 persen.
"Dengan pengalaman yang ada di Januari-Agustus 2017, saya yakin inflasi akan tetap terjaga dan sesuai dengan target yang kita pasang di tahun 2017," pungkasnya.