INDUSTRY co.id - Jakarta-Secara teknikal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguji level moving average (MA) atau rata-rata 25 minggu (5847) sebagai support terdekat. Sehingga pergerakan selanjutnya IHSG akan mencoba whipsaw pada level MA25 dan bullish trend line dengan range pergerakan 5825-5890.

“Indikator stochastic bergerak bearish mendekati level oversold dengan break outnya momentum RSI pada moving average 14,” kata Lanjar Nafi, Analis Reliance Sekuritas di Jakarta, Senin (4//9/2017).

Ia menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan ACES, ASRI, CPIN, ITMG, RALS, SMGR, SMBR.

Pada perdagangan, Kamis (31/8/2017) IHSG (-0.14%) ditutup tertekan -8.45 poin dilevel 5864.06 dengan volume yang cukup tinggi. Indeks sektor infrastruktur (-0.85%) dan pertanian (-0.83%) tertekan.

Aksi jual investor asing tarcatat 234.27 Miliar rupiah kian melebar pada catat net sell minggu hingga 1.48 Triliun rupiah. Kehati-hatian investor pada minimnya sentimen dan katalis menjelang long weekend ditengah data awal bulan disebagian besar negara merilis data kinerja manufaktur dan indeks kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor pelemahan.

Sementara, mayoritas indeks saham di Asia ditutup bervariasi dimana Indeks Nikkei (+0.72%) dan Topix (+0.61%) memimpin penguatan sedangkan Indeks Hangseng (-0.44%) dan CSI300 (-0.32%) memimpin pelemahan dimana penurunan terbesar terjadi pada saham sektor perbankkan yang sebelumnya menguat signifikan pada perdagangan sebelumnya.

Indeks Eurostox (+0.66%), FTSE (+0.61%) dan Dax (+0.58%) mengawali pembukaan bursa saham di Eropa dengan cukup optimis seiring naiknya indeks harga konsumen tahunan di zona eropa 1.5% dari 1.4% dengan ekspektasi awal turun 1.3%.