INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sedikitnya 10 ruas jalan tol baru sepanjang 201,12 kilometer dapat difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Kehadiran ruas-ruas tol tersebut juga diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan jalan tol tidak semata ditujukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi nasional.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody dalam acara InfraTalks di Auditorium Kementerian PU, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati mengatakan berdasarkan perkembangan konstruksi saat ini, terdapat sekitar 10 ruas tol yang ditargetkan selesai pada akhir 2026 sehingga dapat difungsionalkan selama periode Nataru.

“Memang sesuai dengan progres konstruksi sampai sekarang, ada rencana sekitar 10 ruas. Harapannya dapat diselesaikan di akhir 2026 dan dapat difungsionalkan untuk menunjang pergerakan lalu lintas Nataru,” kata Ni Komang.

Sejumlah ruas yang diproyeksikan dapat digunakan antara lain Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 sepanjang 24,67 kilometer, Tol Palembang-Betung Seksi 1 hingga 4 sepanjang 54,5 kilometer, Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 3 sepanjang 25,6 kilometer, serta Tol Serang-Panimbang Seksi 2 sepanjang 24,17 kilometer.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fungsional Tol Jakarta-Cikampek II Sisi Selatan Seksi 6 sepanjang 8,5 kilometer yang akan digunakan khusus untuk arus balik menuju Jakarta. Ruas Tol Akses Patimban di Subang sepanjang 19,39 kilometer juga akan dibuka dengan empat lajur dua arah untuk mendukung akses menuju kawasan pelabuhan.

Ruas lainnya yang masuk dalam daftar target penyelesaian tahun ini meliputi Tol Semarang-Demak Seksi 1A dan 1C sepanjang 3,66 kilometer, Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo Paket 1.2B, 2.1A dan 2.2B sepanjang 18,36 kilometer, Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 dan 6 sepanjang 15,1 kilometer, serta ruas Kediri-Tulungagung segmen akses Bandara Dhoho sepanjang 7,17 kilometer yang akan menghubungkan Kota Kediri dengan Bandara Internasional Dhoho.

BPJT memastikan pengawasan terhadap penyelesaian konstruksi seluruh ruas tersebut akan terus diperketat agar target operasional fungsional dapat tercapai sesuai jadwal.

“Kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap penyelesaian konstruksi sehingga ruas-ruas tersebut dapat dipungsionalkan untuk mendukung pergerakan masyarakat pada periode Nataru nanti,” ujar Ni Komang.

Pemerintah berharap tambahan ruas tol yang mulai beroperasi secara fungsional pada akhir tahun mendatang dapat mengurangi kepadatan lalu lintas saat musim liburan sekaligus memperkuat konektivitas logistik dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.