INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional untuk menghadapi bonus demografi Indonesia. Upaya ini dilakukan agar semakin banyak wirausaha baru lahir dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Komitmen tersebut disampaikan Maman saat membuka Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 yang digelar Komunitas Tangan Di Atas (TDA) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Maman mengapresiasi konsistensi TDA yang sejak 2007 aktif menghadirkan ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha.
"Saya mengapresiasi Komunitas Tangan Di Atas yang konsisten menyelenggarakan Pesta Wirausaha Nasional sejak 2007 sebagai ruang untuk memperkuat kemandirian wirausaha Indonesia," ujar Maman.
Pesta Wirausaha Nasional 2026 berlangsung selama dua hari, 20-21 Juni 2026, di Plenary Hall JICC. Kegiatan ini ditargetkan dihadiri sekitar 15 ribu pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.
Berbagai agenda disiapkan dalam acara tersebut, mulai dari pameran produk UMKM, talkshow bersama tokoh inspiratif, hingga business matching yang membuka peluang kolaborasi dan jaringan bisnis baru.
Maman mengatakan Indonesia saat ini sedang berada dalam momentum bonus demografi. Sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif dari total populasi yang mencapai lebih dari 287 juta jiwa.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar apabila didukung ekosistem usaha yang kuat. Dengan dukungan tersebut, Indonesia dinilai dapat menciptakan lebih banyak pengusaha yang produktif, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pemerintah pun menargetkan peningkatan rasio kewirausahaan nasional mencapai 3,20 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 3,60 persen pada 2029.
"Semangat Kementerian UMKM adalah memastikan setiap pemilik usaha dapat tumbuh dan berkembang melalui berbagai program dan layanan yang dihadirkan pemerintah," katanya.
Salah satu strategi yang kini diperkuat pemerintah ialah melalui aplikasi SAPA UMKM, platform terpadu yang dirancang menjangkau sekitar 57 juta UMKM di Indonesia.
Melalui platform tersebut, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan seperti pembiayaan, perizinan usaha, sertifikasi, pelatihan, hingga informasi pengembangan bisnis.
Tak hanya itu, SAPA UMKM juga menghadirkan fitur community chat yang memungkinkan pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia saling terhubung untuk membangun jejaring bisnis.
"Saya mengajak seluruh pengusaha UMKM bergabung ke SAPA UMKM. Saya optimistis platform ini akan terus dikembangkan sehingga semakin banyak fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan usaha," kata Maman.
Selain memperkuat platform digital, Kementerian UMKM juga meningkatkan peran 754 lembaga inkubator bisnis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Lembaga tersebut akan memberikan pendampingan kepada calon pengusaha, startup, hingga pelaku UMKM agar lebih kompetitif dan memiliki daya saing yang tinggi.
Di sisi lain, pemerintah bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga menyiapkan program sertifikasi halal gratis untuk 500 ribu UMKM.
Program ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah agar pelaku usaha dapat memenuhi kewajiban sertifikasi halal yang batas pengajuannya berakhir pada Oktober 2026.
"Kementerian UMKM siap hadir dalam setiap proses tumbuh kembang pengusaha UMKM agar semakin banyak usaha yang berkembang, membuka lapangan kerja, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat," tutup Maman.