INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya di pasar halal internasional melalui partisipasi pada Halal Expo Canada 2026 yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di The International Center, Toronto, Kanada.
Melalui Paviliun Indonesia yang diinisiasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Toronto, Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi perdagangan sebesar USD 1,18 juta atau sekitar Rp21,07 miliar.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Toronto, Vevie Damayanti, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam industri halal global sekaligus memperluas akses pasar produk halal nasional di Kanada.
“Partisipasi Indonesia pada Halal Expo Canada tahun ini merupakan yang kedua kalinya setelah 2022. Keikutsertaan ini merupakan upaya untuk menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam pengembangan industri dan perdagangan produk halal di pasar Kanada,” ujar Vevie.
Paviliun Indonesia secara resmi dibuka pada 10 Juni 2026 oleh Vevie Damayanti bersama Atase Perdagangan RI di Ottawa, Mahdewi Silky, dan Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati.
Dalam pameran yang menjadi salah satu ajang halal terbesar di Kanada tersebut, Indonesia menampilkan beragam produk unggulan bersertifikat halal, mulai dari kopi instan, permen kopi, biskuit, keripik buah, keripik udang, permen jahe, hingga bawang goreng.
Produk-produk tersebut berasal dari PT Mayora Indah Tbk, PT Savoria Kreasi Rasa, serta tiga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yakni CV Indo Tropikal, PT Prissant Deli Krisp, dan CV Dua Putri Sholehah.
Seluruh produk yang dipamerkan telah mengantongi sertifikasi halal, sehingga dinilai memiliki daya saing yang kuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen muslim maupun pasar yang semakin menaruh perhatian pada aspek kualitas dan ketertelusuran produk.
Di sela penyelenggaraan pameran, perwakilan perdagangan Indonesia di Kanada juga aktif terlibat dalam berbagai lokakarya dan temu wicara.
Atase Perdagangan RI di Ottawa, Mahdewi Silky, memaparkan perkembangan perdagangan halal di kawasan Asia, tantangan yang dihadapi industri halal, serta pentingnya penguatan kolaborasi regional.
“Halal kini makin menjadi bagian dari standar perdagangan global yang mencerminkan kualitas, kepercayaan, ketertelusuran, dan akses pasar. Dengan ekosistem halal yang terus diperkuat, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas kehadiran produk halalnya di pasar Kanada dan global,” kata Silky.
Sementara itu, Kepala ITPC Vancouver, Silvi Mustikawati, menjelaskan perkembangan sistem sertifikasi halal Indonesia, termasuk mekanisme pengajuan sertifikasi dan implementasi kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman yang beredar di Indonesia.
“Sertifikasi halal bukan lagi dianggap sebagai suatu persyaratan, tetapi merupakan strategi bisnis yang dapat meningkatkan akses pasar dan kepercayaan konsumen, khususnya yang menargetkan pasar muslim. Halal menjadi salah satu pertimbangan bagi konsumen dalam memutuskan untuk membeli barang,” tegas Silvi.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan perdagangan Indonesia juga mengundang pelaku usaha dan pengunjung untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Keikutsertaan Indonesia dalam Halal Expo Canada 2026 diharapkan dapat semakin memperluas penetrasi produk halal nasional ke pasar Amerika Utara, memperkuat jejaring bisnis dengan mitra internasional, serta mengukuhkan citra Indonesia sebagai salah satu produsen produk halal berkualitas dan berdaya saing global.