INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pada perdagangan Rabu (30/8/2017), diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan bergerak mixed cenderung tertekan dengan range pergerakan 5842-5903.
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, saham-saham yang masih dapat diperhatikan pada saat IHSG mixed diantaranya BSDE, KLBF, SMGR, WIKA, MAIN, BJTM, ISAT.
"Pergerakan IHSG secara teknikal terkonfirmasi break out support MA5 (5903) dengan mencoba melakukan pengujian support bullish trend dan MA20 (5842). Indaktor stochastick berbergerak negatif setelah dead-cross pada area jenuh beli," kata dia di Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Pada perdagangan, Selasa (29/8/2017), IHSG (-0.26%) ditutup turun -15.13 poin sebesar 5888.21 seiring pelemahan mayoritas indeks saham di Asia. Indeks industri dasar (-1.43%) dan aneka industri (-1.06%) memimpin pelemahan.
Sedangkan indeks sektor konsumsi (+0.11%) dan property (+0.56%) berhasil menjadi penahan pelemahan diakhir sesi. Aksi jual investor asing menghantui dimana pada pasar reguler tercatat net sell 466.77 Miliar rupiah dan pasar negosiasi net sell 755.2 Miliar rupiah sehingga total terjadi aksi jual sebesar 1.22 Triliun rupiah.
Mayoritas bursa asia ditutup tertekan dipimpin pelemahan Nikkei (-0.45%), Topix (-0.15%), Hangseng (-0.35%) dan Kospi (-0.23%). Dampak dari tembakan rudal balistik Korea Utara ke Jepang membawa angin negatif pada iklim asset beresiko seperti saham. Asset haven menjadi yang diburu investor pada perdagangan hari ini.
Bursa saham Eropa dibuka gap down signifikan dimana indeks Eurostoxx (-1.38%), FTSE (-1.28%) dan Dax (-1.77%) memimpin pelemahan. Harga Emas melonjak ke level tertinggi tahun ini dan sebagian besar obligasi pemerintah di Eropa lebih tinggi. Data ekonomi selanjutnya akan ramai oleh Indeks kepercayaan konsumen, jasa dan industri di Eropa, Hasil pertemuan FOMC dan data GDP tahunan AS dengan ekspektasi positif tumbuh 2.7% dari 2.6%.