INDUSTRY.co.id - Jakarta - Ancaman keamanan siber yang terus berkembang membuat perusahaan dan pengguna individu harus semakin waspada terhadap serangan ransomware, pencurian kata sandi, hingga malware yang memanfaatkan celah sistem.
Di tengah meningkatnya serangan tersebut, perusahaan keamanan siber ESET menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang dirancang untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman digital secara lebih cepat.
ESET menegaskan pendekatan keamanan berlapis menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi ancaman siber modern. Dalam berbagai publikasinya, perusahaan itu menyebut telah mengembangkan teknologi keamanan berbasis AI dan machine learning yang mampu mendeteksi ancaman baru, termasuk ransomware dan serangan zero-day.
Melalui platform ESET PROTECT, perusahaan menyediakan perlindungan endpoint modern yang dilengkapi teknologi ESET LiveSense. "Solusi tersebut mencakup antivirus generasi terbaru, perlindungan server, keamanan email, autentikasi multi-faktor, hingga perlindungan aplikasi cloud untuk layanan seperti Microsoft 365 dan Google Workspace," tulis ESET dalam publikasi yang dikutip dari laman resminya.
Dalam publikasi resminya mengenai perlindungan ransomware, ESET menyebut serangan ransomware kini menjadi ancaman serius bagi bisnis global. Perusahaan itu menyoroti bahwa setiap 11 detik sebuah bisnis terkena ransomware dan biaya kerusakan global akibat ransomware diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, ESET menghadirkan fitur Ransomware Shield yang bekerja dengan memantau perilaku aplikasi secara real time. Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi proses yang mencoba memodifikasi file dengan pola khas ransomware sebelum serangan meluas ke seluruh sistem perusahaan.
ESET juga mengandalkan pendekatan cloud sandboxing melalui Advanced Threat Defense. Solusi ini memungkinkan file mencurigakan dianalisis di lingkungan terisolasi sehingga ancaman baru dapat diidentifikasi lebih cepat tanpa membahayakan jaringan utama perusahaan.
Selain perlindungan terhadap malware dan ransomware, ESET menilai pencurian kredensial atau password stealer menjadi salah satu ancaman yang paling sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyusup ke sistem perusahaan. Karena itu, ESET menyediakan autentikasi multi-faktor (MFA) untuk mengurangi risiko akses ilegal akibat kata sandi yang dicuri atau dibagikan. Dalam penjelasannya, ESET menyebut MFA penting untuk mencegah serangan brute force maupun penyalahgunaan akun.
ESET juga menekankan bahwa faktor manusia masih menjadi titik lemah terbesar dalam keamanan siber. Dalam salah satu publikasinya, perusahaan menyebut 95% dari semua pelanggaran dipicu oleh kesalahan manusia. Karena itu, selain menghadirkan solusi teknologi, ESET turut menyediakan pelatihan kesadaran keamanan siber agar karyawan mampu mengenali phishing, penipuan online, dan praktik keamanan digital yang aman.
Di sisi lain, ESET terus memperkuat pendekatan Zero Trust dalam produk keamanannya. Perusahaan menyatakan prinsip “jangan pernah percaya, selalu verifikasi” diterapkan untuk memastikan seluruh perangkat, pengguna, dan akses jaringan tetap terpantau secara menyeluruh.
Berbekal kombinasi teknologi AI, deteksi berbasis perilaku, cloud security, enkripsi data, hingga edukasi keamanan siber, ESET menilai organisasi membutuhkan strategi perlindungan yang menyeluruh agar mampu bertahan menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks dan agresif.