INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pengumuman rebalancing MSCI 12 Mei 2026 picu volatilitas IHSG, tapi pelaku pasar diminta tenang. Dr. Hans Kwee, Co-Founder PasarDana, yakin ini momen "pembersihan" teknikal yang buka peluang akumulasi saham undervalued, mirip sukses India.

Antisipasi Pasar dan Alasan Tenang

Menurut Dr. Hans Kwee, penghapusan (deletion) emiten dari indeks MSCI bersifat teknikal—fokus bobot dan likuiditas—bukan sinyal fundamental buruk.

 "Pelaku pasar dan fund manager sudah antisipasi ini berbulan-bulan. Fund pasif akan rebalance akhir di 29 Mei," katanya.

Ia ingatkan, jangan terjebak panic selling atau forced selling fund pasif. 

"Di balik gejolak jangka pendek, justru terbuka peluang akumulasi saham blue chip dan small cap yang terkoreksi anomali."

Pelajaran dari India: Transparansi Kunci Kredibilitas

Dr. Kwee soroti Indonesia perlu tiru India, yang pulih jadi primadona pasar emerging via transparansi. 

"Peran OJK dan SRO (BEI, KPEI, KSEI) vital: ketat awasi kepemilikan afiliasi, real-time info, reformasi lindungi investor minoritas."

India sukses selaraskan batas asing, kuatkan investor domestik lewat digitalisasi. 

"Ini bukti rebalancing jadi momentum pembersihan pasar kredibel," tegasnya.

Saatnya Evaluasi Portofolio, IHSG Siap Bangkit

Bagi investor ritel, Dr. Kwee sarankan evaluasi obyektif. 

"Pengumuman MSCI bisa jadi bottom koreksi IHSG sebelum bangkit ikuti fundamental perusahaan. Pasar yang benah pasca-koreksi teknikal tumbuh lebih tangguh jangka panjang." 

( Pendapat ini dikutip dari Dr. Hans Kwee, praktisi pasar modal berpengalaman).