INDUSTRY.co.id, Jakarta – Di tengah ekonomi makro Indonesia yang tertekan biaya kecelakaan kerja mencapai triliunan rupiah—setara 1-2% PDB akibat hilangnya produktivitas dan klaim BPJS—42 perusahaan unggul justru jadi teladan.
Mereka sapu bersih World Safety Organization (WSO) Indonesia Safety Culture Award (WISCA) 2026 tingkat Gold dan Platinum, tanpa satu pun penerima Silver, sinyal kematangan K3 industri kian matang untuk dongkrak daya saing global. Penghargaan diserahkan di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Berbeda dengan gelaran sebelum-sebelumnya, tahun ini tidak ada perusahaan yang menerima penghargaan tingkat Kalkulatif (Silver). Hal ini mengindikasikan bahwa upaya kalangan industri dalam meningkatkan kematangan budaya keselamatan, semakin tinggi.
“Penghargaan tahun ini diberikan kepada 42 perusahaan yang telah mencapai kematangan budaya tingkat Gold dan Platinum. Penghargaan Gold diberikan kepada 32 perusahaan, sedangkan Platinum kepada 10 perusahaan,” kata Soehatman Ramli, Chairman WSO Indonesia.
Dikatakan, kematangan budaya keselamatan atau K3 adalah tingkat kedewasaan suatu organisasi dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip K3 dalam seluruh aspek operasi dan budaya perusahaan. Terdiri lima tingkatan. Yaitu Patologis (1), Reaktif (2), Kalkulatif (3), Proaktif (4), dan Generatif (5).
“Semakin tinggi tingkatan kematangan budaya yang dicapai, semakin bagus tingkat penerapan K3 di perusahaan. Kasus kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja juga menjadi sangat rendah,” kata Soehatman.
Menurut Soehatman, ada peningkatan cukup signifikan dalam kategori Platinum. “Tahun ini ada 10 perusahaan yang meraih penghargaan Platinum. Tahun sebelumnya 9, dan tahun sebelumnya lagi hanya 7. Hal ini membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut terus meningkatkan kematangan budaya keselamatan atau K3 di perusahaan masing-masing,” katanya.
Hal positif dari kegiatan WISCA, tambah Soehatman, kasus kecelakaan kerja dan penyakit terkait kerja dari perusahaan-perusahaan tersebut menjadi sangat rendah.
Kecelakaan Kerja Tinggi
Ia mengimbau agar perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk terus menerapkan aspek K3 dengan baik dan berkesinambungan. Sebab hal ini terkait dengan keselamatan pekerja.
Mengutip data BPJS Ketenagakerjaan, kasus kecelakaan kerja yang terjadi Indonesia cenderung terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pada 2022, misalnya, terjadi 297.725 kasus, yang meningkat menjadi 370.747 kasus pada 2023. Lalu, melesat ke angka 462.241 kejadian pada 2024.
Peningkatan pesat terjadi pada jumlah pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja. Pada 2022, dari 297.725 kasus kecelakaan kerja, terdata 103.349 pekerja meninggal dunia.
Angka ini meningkat pada 2023. Dari 370.747 kasus kecelakaan kerja yang terjadi, pekerja meninggal akibat kecelakaan kerja terdata di angka 152.246 pekerja.
Dan, di tahun 2024, dari 462.241 kasus yang terjadi, pekerja yang meningal akibat kecelakaan kerja terdata di angka 178.381.
WISCA
WISCA adalah sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan WSO Indonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2020, sudah lebih 120 perusahaan di Indonesia yang telah menjalankan budaya keselamatan dengan baik.
“WISCA bukan perlombaan. Tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan aspek K3 dengan baik dan telah menjadikan K3 sebagai budaya di perusahaan. Lewat WISCA, WSO Indonesia berupaya mendorong kalangan industri di Indonesia untuk terus meningkatkan kematangan budaya K3 di perusahaannya masing-masing,” pungkas Soehatman Ramli, Chairman WSO Indonesia.