INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Pengembang properti Agung Podomoro Group semakin agresif memperkuat proposisi nilai di tengah persaingan industri hunian yang makin ketat. Kali ini, strategi yang didorong bukan sekadar penjualan unit, melainkan penguatan ekosistem gaya hidup lewat pengembangan fasilitas premium The Club House by Agung Podomoro di berbagai proyek residensialnya.

Langkah ini mencerminkan perubahan peta permintaan pasar properti, di mana konsumen kini tidak lagi hanya mempertimbangkan lokasi dan harga, tetapi juga kualitas fasilitas penunjang yang mampu mendukung pola hidup modern. Di tengah tren kerja fleksibel dan meningkatnya kebutuhan ruang sosial yang terintegrasi, fasilitas club house dinilai menjadi instrumen penting untuk menjaga daya saing proyek sekaligus menopang valuasi aset properti.

Marketing Director Agung Podomoro Group, Yenti Lokat, mengatakan perusahaan terus mengadaptasi perubahan perilaku konsumen melalui pendekatan Living in Style yang kini menjadi fondasi pengembangan kawasan hunian perseroan.

“Melalui The Club House by Agung Podomoro, kami menghadirkan ruang eksklusif yang memungkinkan penghuni menikmati momen relaksasi, berolahraga, hingga berkumpul bersama keluarga dan komunitas dalam satu kawasan. Kami ingin menghadirkan atmosfer layaknya liburan setiap hari, tanpa harus meninggalkan lingkungan tempat tinggal,” ujar Yenti di Jakarta, Rabu (6/5).

Secara bisnis, strategi ini bukan hanya memperkaya fasilitas proyek, tetapi juga mempertebal nilai jual properti di tengah pasar yang semakin selektif. Kehadiran club house premium dinilai menjadi diferensiasi yang memperkuat posisi proyek di segmen menengah atas, sekaligus menjaga apresiasi harga dalam jangka panjang.

Agung Podomoro kini mengintegrasikan fasilitas tersebut di sejumlah proyek yang tersebar di berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bogor, Karawang, Bandung, Batam, Medan, Balikpapan hingga Samarinda. Salah satu proyek yang menjadi contoh ekspansi fasilitas tersebut adalah Kota Podomoro Tenjo.

Yenti menjelaskan, di kawasan tersebut saat ini telah beroperasi dua club house, yakni Premium Club House dan Deluxe Club House. Perseroan juga tengah menyiapkan Magnolia Club House dan Edelweiss Club House untuk memperluas kapasitas layanan bagi penghuni.

“Di Kota Podomoro Tenjo, saat ini sudah ada dua club house yang beroperasi. Dalam waktu dekat, kami juga akan meresmikan Magnolia Club House. Selain itu ada juga Edelweiss Club House yang saat ini masih dalam proses pembangunan,” katanya.

Dari sisi permintaan, Marketing Director Agung Podomoro Group, Tedi Guswana, menilai fasilitas penunjang seperti club house kini telah bergeser dari sekadar pelengkap menjadi kebutuhan primer dalam memilih hunian.

Menurutnya, perubahan pola kerja dan perkembangan infrastruktur digital membuat masyarakat membutuhkan ruang hidup yang lebih adaptif dan multifungsi.

“Club house tidak lagi sekadar menjadi fasilitas pelengkap, tetapi telah menjadi bagian dari kebutuhan gaya hidup modern yang mendukung fleksibilitas, kenyamanan, dan produktivitas penghuni,” ujar Tedi.

Strategi serupa juga diterapkan di Podomoro Park Bandung yang menjadi salah satu andalan perseroan di pasar Jawa Barat. Di proyek ini, Agung Podomoro menghadirkan sejumlah fasilitas premium seperti bowling alley, private cinema, co-working space, hingga area olahraga dan rekreasi yang dirancang untuk memperkuat daya tarik kawasan.

Pengamat menilai, tren pengembangan fasilitas berbasis lifestyle seperti ini menjadi salah satu strategi efektif bagi pengembang untuk menjaga momentum penjualan di tengah tantangan sektor properti, termasuk tekanan suku bunga dan daya beli masyarakat yang masih fluktuatif.

Langkah agresif ini menunjukkan bahwa persaingan sektor properti kini tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan pengembang membangun pengalaman hidup yang lebih lengkap.