INDUSTRY.co.id - Jakarta – Lebih dari tiga dekade menjadi bagian dari keseharian keluarga Indonesia, OREO kembali menegaskan komitmennya di bidang pendidikan melalui program “OREO Berbagi Seru”. Inisiatif ini diluncurkan dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional sekaligus mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Bermitra dengan Indonesia Mengajar dan menyasar 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah marginal. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, para siswa mendapatkan akses terhadap alat pembelajaran seru yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar secara inklusif dan menyenangkan.
Dalam sambutannya, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun pendidikan karakter melalui gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Menurutnya, keterlibatan sektor swasta menjadi kunci dalam memperluas akses pendidikan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan deep learning dalam kurikulum nasional, yang mengedepankan pembelajaran bermakna, sadar, dan menyenangkan (joyful learning). Namun, implementasi pendekatan ini masih menghadapi tantangan pemerataan di berbagai daerah.
Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T mengungkapkan bahwa keterbatasan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit. Mengacu pada data Programme for International Student Assessment 2022 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ke-69 dari 80 negara dalam hal kemampuan membaca, matematika, dan sains.
“Diperlukan kolaborasi lintas pihak untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan menyenangkan bagi lebih banyak anak Indonesia,” ujarnya.
Dari sisi industri, Anggya Kumala selaku Marketing Director Mondelēz Indonesia menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan OREO dalam mendukung pendidikan. Sejak 2024, OREO telah menjalankan program “OREO Berbagi” yang berfokus pada pemberdayaan komunitas khususnya guru, orang tua, dan anak melalui kegiatan edukasi serta penyaluran donasi.
“Tahun ini, OREO ingin menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal agar lebih banyak anak Indonesia dapat berkembang menjadi Generasi SERU—Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul,” jelasnya.
Irma Gustiana A., A.Psi., M.Psi. selaku Psikolog Anak dan Keluarga menekankan pentingnya metode belajar berbasis eksplorasi. Mengacu pada teori Jean Piaget, ia menjelaskan bahwa anak belajar secara aktif melalui interaksi dan eksplorasi, sehingga pendekatan belajar sambil bermain menjadi relevan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang.

Untuk mendukung hal tersebut, program ”OREO Berbagi Seru” secara khusus mengembangkan seperangkat alat-alat pembelajaran di bidang Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris. Seluruh materi dirancang selaras dengan kurikulum nasional berbasis deep learning dan akan didistribusikan ke 7 provinsi di berbagai daerah sasaran.
Dukungan juga datang dari figur publik Ayu Dewi yang menilai pendekatan belajar interaktif menjadi kebutuhan penting bagi anak di era modern. Ia mengapresiasi inisiatif OREO yang dinilai mampu membuka akses pembelajaran menyenangkan bagi lebih banyak anak di Indonesia.
Program ini juga menghadirkan kegiatan School Roadshow untuk memberikan pelatihan kepada guru, orang tua, dan komunitas. Kegiatan ini sekaligus mendukung gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, khususnya dalam menumbuhkan budaya gemar belajar.
Menariknya, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam program ini. Setiap pembelian produk OREO akan berkontribusi pada donasi yang digunakan untuk mendukung keberlangsungan program.
“Kolaborasi lintas pihak adalah kunci untuk menciptakan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan tentunya seru. Kami berharap program ini dapat menumbuhkan lebih banyak Generasi SERU di Indonesia,” tutup Anggya.