INDUSTRY.co.id-.Jakarta - Ratusan perempuan pelaku usaha menerima pelatihan kekayaan intelektual (KI) dan pemasaran digital bertajuk Waktunya STARt! #JualanNyaman Spesial Hari Kartini dari Tokopedia, TikTok Shop dan Kementerian Perdagangan RI di Jakarta (22/04/2026).

Advertisement

Inisiatif ini lahir karena di antara total 64 juta UMKM di Indonesia, 88,95% belum memiliki KI dan 68% belum memanfaatkan ruang digital. "Sementara 64,5% dari total pelaku UMKM adalah perempuan. Kepemilikan KI dan kemampuan membuat konten makin krusial bagi perempuan pelaku usaha untuk #JualanNyaman* di era digital. Dua hal tersebut bisa menciptakan bisnis berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan," jelas Vonny Ernita Susamto, Senior Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia.

Kepemilikan KI memungkinkan penjual bergabung dalam ekosistem Mall di Tokopedia dan TikTok Shop dengan visibilitas lebih tinggi, dukungan promosi, dan akses pemasaran eksklusif. Sejumlah penjual mencatat kenaikan transaksi lebih dari 15 kali lipat setelah bergabung dengan Mall.

Advertisement

Di sisi lain, konten, baik video pendek maupun sesi LIVE, berperan makin signifikan dalam menginspirasi seseorang untuk melakukan pembelian produk. Buktinya, sesi LIVE di TikTok selama sahur Ramadan 2026 memicu lonjakan transaksi di Tokopedia dan TikTok Shop sebesar 15 kali lipat.

Dyah Roro Esti Widya Putri, Wakil Menteri Perdagangan RI, mengatakan, "Perempuan pelaku usaha berperan besar bagi ekonomi nasional, maka penguatan kapasitas UMKM melalui digitalisasi serta melindungi KI atas produk yang dihasilkan sangat penting agar makin banyak UMKM perempuan #JualanNyaman, naik kelas, dan berdaya saing. Kami menyambut baik kolaborasi dengan Tokopedia dan TikTok Shop dalam menghadirkan program serta fasilitasi seperti klinik konsultasi yang relevan bagi kebutuhan perempuan pelaku usaha, serta mendorong transformasi digital UMKM secara inklusif."

Advertisement

Pentingnya KI: Lindungi Usaha, Buka Akses Pembiayaan

Lewat edukasi berkala, Tokopedia dan TikTok Shop mendorong lebih banyak penjual menjadi pemegang KI untuk bergabung dalam ekosistem Mall di kedua platform agar merasakan lebih banyak nilai tambah. Pendiri brand lokal F&B Mercon Merah Putih (Tokopedia | TikTok Shop), Gracia Monica, mengatakan, "Platform yang mendukung #JualanNyaman dengan melindungi KI seperti merek dan kemasan sangat penting untuk menjaga identitas produk, kepercayaan pelanggan sekaligus keberlangsungan usaha. Sejak bergabung di Mall Tokopedia dan TikTok Shop, penjualan kami naik signifikan."

Advertisement

Pemegang KI kini juga lebih mudah mengakses pembiayaan. Ranie Utami Ronie, Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek dan Indikasi Geografis, DJKI Kementerian Hukum RI, menjelaskan, "Indonesia saat ini telah memiliki skema KUR berbasis KI, yang memungkinkan merek terdaftar dan hak cipta tercatat yang akan dinilai oleh Penilai KI pada Kemenekraf untuk digunakan sebagai agunan tambahan. Skema ini menyasar pada 17 subsektor ekonomi kreatif (ekraf) dengan batas pinjaman mencapai Rp500 juta. Ini diharapkan membantu mengatasi kendala agunan fisik yang kerap menghambat akses kredit. Kami mendukung upaya Tokopedia dan TikTok Shop dalam membantu lebih banyak UMKM memahami pentingnya KI."

Selain edukasi, Tokopedia dan TikTok Shop memperkuat perlindungan KI lewat penegakan aturan. Secara global, sepanjang Januari-Juni 2025, lebih dari 40 juta produk ditolak secara proaktif sebelum didaftarkan di TikTok Shop akibat pelanggaran KI, lebih dari 2 juta produk terdeteksi dan dihapus setelah didaftarkan, serta lebih dari 530 ribu video dan siaran LIVE dari affiliate content creator diturunkan.