INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kian agresif memperluas ceruk bisnis dengan membidik ekosistem koperasi pasar sebagai sumber pertumbuhan baru. Strategi ini diwujudkan melalui kemitraan dengan Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS), yang diarahkan untuk mendorong digitalisasi sekaligus memperluas inklusi keuangan di sektor perdagangan tradisional.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan, pasar tradisional tetap memegang peran krusial dalam menopang ekonomi kerakyatan. Karena itu, integrasi layanan keuangan berbasis ekosistem dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing pedagang.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis perseroan dalam memperluas akses keuangan berbasis ekosistem. Pasar tradisional merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan,” ujar Nixon dalam penandatanganan nota kesepahaman digitalisasi pasar BTN dan INKOPPAS di Menara 2 BTN, Rabu (15/4/2026).

BTN telah menyiapkan sejumlah inisiatif untuk menopang kerja sama tersebut, mulai dari penyediaan layanan perbankan digital, digitalisasi retribusi pasar, hingga penyaluran pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, perseroan juga membuka peluang pembiayaan produktif lain guna memperkuat kapasitas usaha pedagang.

Menurut Nixon, kehadiran layanan keuangan yang terintegrasi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi akses pembiayaan yang lebih luas. “Melalui kolaborasi dengan INKOPPAS, BTN tidak hanya menghadirkan layanan transaksi digital, tetapi juga membuka akses pembiayaan bagi pedagang anggota koperasi agar kapasitas usaha mereka meningkat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Dari sisi pelaku koperasi, Ketua Umum INKOPPAS Yudianto Tri menilai transformasi digital sudah menjadi kebutuhan mendesak di tengah pergeseran perilaku ekonomi. Akses terhadap layanan keuangan yang lebih inklusif dinilai akan mempercepat adaptasi pedagang pasar terhadap ekosistem digital.

“Melalui kemitraan ini, kami berharap anggota koperasi dan pedagang pasar mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih luas, mulai dari pembayaran digital, pengelolaan transaksi, hingga pembiayaan usaha,” ujarnya.

Kerja sama ini juga mencakup digitalisasi pengelolaan pasar, termasuk retribusi dan integrasi sistem pembayaran. Upaya tersebut diyakini dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi, sekaligus menciptakan rekam jejak transaksi yang terdokumentasi dengan baik.

Bagi industri keuangan, data transaksi digital tersebut menjadi aset penting untuk menilai kelayakan kredit pedagang secara lebih akurat. Dengan demikian, risiko pembiayaan dapat ditekan, sementara akses permodalan semakin terbuka.

Sebagai bagian dari implementasi, BTN akan menghadirkan QRIS Bale Merchant dan mesin EDC untuk mempermudah transaksi non-tunai. Perseroan juga menyiapkan Bale Agen di koperasi dan pengelola pasar guna memperluas jangkauan layanan perbankan, termasuk ke segmen yang belum terlayani optimal.

Tak hanya itu, BTN turut mengembangkan community apps bagi anggota koperasi dan pedagang pasar. Platform ini diharapkan mampu menunjang aktivitas usaha sekaligus memperkuat ekosistem keuangan berbasis komunitas.

Ke depan, sinergi BTN dan INKOPPAS tidak berhenti pada digitalisasi transaksi semata. Kedua pihak membuka ruang eksplorasi untuk pengembangan layanan keuangan yang lebih komprehensif. Inisiatif ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pasar tradisional, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi jutaan pedagang di seluruh Indonesia.