INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Maskapai berbiaya rendah Scoot, unit usaha Singapore Airlines, semakin agresif menggarap pasar penerbangan Indonesia dengan membuka rute baru ke Belitung dan Pontianak pada kuartal II/2026. Langkah ini mempertegas strategi ekspansi pasar Indonesia sebagai salah satu motor pertumbuhan trafik regional Asia Tenggara di tengah meningkatnya permintaan perjalanan udara.
Mulai 3 Mei 2026, Scoot akan mengoperasikan penerbangan Singapura–Belitung sebanyak dua kali per minggu. Sementara rute Singapura–Pontianak mulai dibuka pada 29 Juni 2026 dengan frekuensi tiga kali seminggu. Pembukaan dua rute ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menangkap pertumbuhan pasar wisata dan perjalanan bisnis ke kota-kota sekunder yang potensinya terus meningkat.
Di tengah persaingan industri aviasi yang makin ketat, ekspansi ini juga menjadi sinyal optimisme terhadap prospek sektor pariwisata dan transportasi udara Indonesia. Belitung yang dikenal sebagai destinasi wisata bahari premium serta Pontianak sebagai pusat ekonomi Kalimantan Barat dinilai memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan regional maupun diaspora bisnis.
Chief Executive Officer Scoot Leslie Thng menegaskan penambahan rute ini bukan sekadar perluasan jaringan, tetapi bagian dari penguatan ekosistem konektivitas grup.
“Penambahan rute baru ke Belitung dan Pontianak tidak hanya memperluas kehadiran Scoot di Indonesia, tetapi juga memperkuat konektivitas jaringan SIA Group melalui Singapura,” ujar Leslie Thng.
Dari sisi monetisasi pasar, ekspansi ini berpotensi meningkatkan volume penumpang transit melalui Singapore Changi Airport, yang menjadi hub utama grup. Tarif sekali jalan yang kompetitif, mulai Rp540.000 untuk Belitung dan Rp780.000 untuk Pontianak, juga menjadi strategi pricing untuk memperluas basis pelanggan leisure traveler dan family traveler.
Tak berhenti di pembukaan rute baru, Scoot juga menambah kapasitas penerbangan ke sejumlah destinasi utama Indonesia yang selama ini menjadi kontributor trafik terbesar. Mulai Juni 2026, frekuensi penerbangan ke Bali dan Jakarta naik dari 28 menjadi 35 kali per minggu.
Kapasitas ke Labuan Bajo, Lombok, serta Manado juga ditingkatkan signifikan, menandakan permintaan pasar destinasi wisata premium dan super prioritas masih solid.
Secara bisnis, strategi ini memperlihatkan Indonesia tetap menjadi pasar kunci bagi Scoot dan grup SIA. Dengan total jaringan yang kini mencapai 85 destinasi di 18 negara dan wilayah, perseroan memosisikan pasar Indonesia sebagai salah satu sumber pertumbuhan volume penumpang dan pendapatan non-tiket dari ancillary services.
Ekspansi agresif maskapai asing ke kota-kota lapis kedua juga berpotensi memicu multiplier effect terhadap sektor perhotelan, kuliner, transportasi lokal, hingga UMKM pariwisata. Momentum ini dinilai positif bagi pemulihan ekonomi daerah dan penguatan investasi di sektor jasa perjalanan.