INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT BSA Logistics Indonesia Tbk, perusahaan logistik terintegrasi yang berfokus pada layanan angkutan multimoda, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia melalui Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Perusahaan menjadi emiten pertama yang berhasil melantai di bursa pada tahun 2026, sekaligus mendapatkan sambutan meriah dari investor.
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menawarkan sebanyak 1.800.000.000 saham baru atau setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga penawaran sebesar Rp168 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana sebesar Rp302,4 miliar. Tingginya minat investor tercermin dari tingkat oversubscribe yang mencapai 386,86 kali.
Dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk mendukung strategi ekspansi Perseroan, termasuk melalui akuisisi perusahaan di sektor angkutan laut sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan logistik end-to-end. Selain itu, dana juga akan dialokasikan untuk belanja modal guna meningkatkan kapasitas operasional serta efisiensi layanan.
Didirikan pada tahun 2021, PT BSA Logistics Indonesia Tbk telah membangun fondasi bisnis sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi yang mencakup angkutan darat, freight forwarding, pergudangan, dan depo petikemas. Dalam perkembangannya, Perseroan terus memperluas jaringan operasional dan telah menjadi mitra strategis bagi berbagai pelaku usaha, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Perseroan meyakini bahwa pencatatan saham ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur permodalan, mengakselerasi ekspansi usaha, serta memperkokoh posisi sebagai penyedia layanan logistik terintegrasi.
Edwin Wibowo, Direktur Utama PT BSA Logistics Indonesia Tbk., mengatakan bahwa peluang industri logistik nasional masih sangat besar, mengingat karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan serta tingginya aktivitas industri dan konsumsi domestik. Kondisi ini mendorong kebutuhan yang besar akan layanan logistik multimoda yang terintegrasi.
“Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitasnya dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” imbuh dia.
Dengan strategi ekspansi yang terarah, model bisnis terintegrasi, serta dukungan infrastruktur dan adopsi teknologi, Perseroan optimis dapat menghadirkan pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.