INDUSTRY.co.id - JAKARTA — PT Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya PT Jababeka Infrastruktur kembali mempertegas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia. Capaian ini menjadi penghargaan keenam yang diraih perseroan, sekaligus menegaskan konsistensi perusahaan dalam menjaga standar lingkungan di kawasan industrinya.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2026 yang berlangsung di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Penghargaan diterima langsung oleh Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi.
Raihan PROPER Hijau ini menjadi pengakuan atas keberhasilan perusahaan dalam menjalankan pengelolaan lingkungan yang melampaui standar kepatuhan atau beyond compliance. Perseroan dinilai mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam berbagai aspek operasional kawasan, mulai dari efisiensi sumber daya hingga program pemberdayaan masyarakat.
Sebagai informasi, PROPER atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan instrumen evaluasi pemerintah untuk mendorong dunia usaha meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melaksanakan langkah-langkah pengelolaan lingkungan di atas ketentuan yang diwajibkan regulator.
Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi mengatakan, semakin ketatnya standar pemerintah justru menjadi pendorong bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan.
“Standar pemerintah semakin ketat, dan kami justru melihatnya sebagai motivasi. Tim kami telah bekerja keras selama setahun penuh untuk tidak sekadar memenuhi, tetapi melampaui standar yang ditetapkan. Enam penghargaan PROPER Hijau ini mencerminkan sinergi seluruh pemangku kepentingan di ekosistem Jababeka—bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban, melainkan warisan yang ingin kami tinggalkan bagi generasi mendatang,” ujar Didik di Jakarta, Selasa (7/4/2026)..
Ia menambahkan, ke depan perusahaan akan terus memperkuat pendekatan kolaboratif berbasis pentahelix bersama pemerintah, akademisi, komunitas, sektor swasta, dan media guna memastikan seluruh perusahaan di kawasan tetap patuh terhadap regulasi lingkungan.
“Ke depan, melalui pendekatan pentahelix bersama pemerintah, akademisi, komunitas, dan media, kami akan terus mendorong seluruh perusahaan di kawasan ini untuk selalu compliance dan bahkan melampaui standar yang ada,” lanjutnya.
Dari sisi operasional, perseroan telah menjalankan sejumlah inisiatif strategis, termasuk pengoperasian instalasi pengolahan air limbah atau wastewater treatment plant (WWTP) yang menjaga kualitas efluen sesuai baku mutu lingkungan. Langkah ini turut berkontribusi pada penghematan ribuan meter kubik air bersih sepanjang 2024.
Selain itu, perusahaan juga mengembangkan Mini Scale Recycle Effluent WWTP untuk mendaur ulang air hasil olahan menjadi air non-potable. Upaya lainnya mencakup pengendalian emisi melalui efisiensi energi, praktik operasional ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah berbasis prinsip ekonomi sirkular.
Tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, Jababeka juga memperluas dampak sosial melalui program pemberdayaan perempuan, penguatan ketahanan pangan masyarakat, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, serta penciptaan lapangan kerja di 14 desa dan 4 kecamatan sekitar kawasan industri.
Seluruh strategi keberlanjutan ini dijalankan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, sektor swasta, dan media, difasilitasi melalui forum City Council Jababeka sebagai ruang dialog lintas pemangku kepentingan.
Dengan capaian PROPER Hijau keenam ini, Jababeka Infrastruktur semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu pelopor transformasi kawasan industri berkelanjutan di Indonesia, di tengah meningkatnya tuntutan pasar terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab secara lingkungan dan sosial.