INDUSTRY.co.id - Bekasi – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 secara umum berlangsung lancar dan terkendali, dengan peningkatan yang signifikan pada aspek keselamatan pengguna jalan.
Penilaian tersebut disampaikan saat Menteri Dody meninjau Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Senin (30/3/2026), dalam rangka evaluasi layanan jalan tol selama periode Lebaran.
“Secara umum pelaksanaan mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan terkendali. Kami juga melihat adanya peningkatan dari sisi keselamatan, yang menjadi indikator penting keberhasilan penyelenggaraan layanan infrastruktur jalan,” kata Menteri Dody.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara Kementerian PU, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), termasuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yang diperkuat dengan pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time melalui JMTC.
“Penguatan sistem monitoring melalui JMTC, termasuk penambahan CCTV di berbagai titik strategis, sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan. Hal ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas,” tambahnya.
Berdasarkan data pemantauan Jasa Marga, volume lalu lintas keluar Jakarta selama periode mudik mencapai 3,25 juta kendaraan. Angka tersebut meningkat 18,4% dibanding kondisi normal dan naik 2,3% dibandingkan periode Lebaran 2025. Sementara itu, volume kendaraan yang kembali ke Jakarta tercatat sebanyak 2,98 juta kendaraan atau meningkat 10,8% dari kondisi normal.
Puncak arus mudik tercatat terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan total 270.315 kendaraan, naik 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+3 atau 24 Maret 2026 dengan 256.338 kendaraan, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu maupun proyeksi awal.
Dari sisi kinerja lalu lintas, waktu tempuh arus balik menunjukkan perbaikan menjadi rata-rata 5 jam 12 menit, atau lebih cepat 3,8% dibandingkan tahun 2025. Adapun pada arus mudik, waktu tempuh tercatat 5 jam 46 menit, sedikit meningkat 2,6% seiring tingginya volume kendaraan.
Aspek keselamatan juga menunjukkan tren positif. Jumlah kecelakaan selama periode Lebaran 2026 tercatat sebanyak 51 kejadian, turun 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan lebih signifikan terlihat pada jumlah korban yang turun 34% menjadi 60 orang. Korban meninggal dunia juga menurun drastis menjadi dua orang, atau berkurang 60% dibanding tahun lalu.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan strategis, mulai dari diskon tarif tol sebesar 30%, pembatasan angkutan barang, hingga rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way yang diterapkan secara situasional.
Kebijakan pembatasan angkutan barang tercatat mampu menekan volume kendaraan logistik hingga 74,56% selama masa pembatasan, sehingga memberikan ruang yang lebih besar bagi kendaraan pemudik.
Selain itu, Kementerian PU juga memastikan kondisi jalan tol tetap optimal melalui penanganan seluruh kerusakan perkerasan jalan sebelum puncak arus mudik, serta pengoperasian ruas tol fungsional di sejumlah titik strategis guna membantu distribusi arus lalu lintas.
Meski demikian, Menteri Dody menegaskan bahwa evaluasi lanjutan tetap diperlukan, khususnya terkait penataan rest area di KM 57 dan KM 62 Tol Jakarta–Cikampek yang masih memerlukan perbaikan dari sisi akses maupun tata letak.
“Penataan tersebut juga akan dilakukan secara bertahap di rest area lain, terutama yang memiliki keterbatasan fasilitas, guna mencegah penumpukan kendaraan di bahu jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Kementerian PU, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan infrastruktur jalan pada periode mudik di tahun-tahun mendatang.