INDUSTRY.co.id - Surabaya – PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025. Emiten penyedia solusi percetakan sekuriti ini mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit, didorong oleh kuatnya bisnis inti sekuriti serta mulai agresifnya ekspansi ke segmen solusi digital.

Berdasarkan laporan kinerja per Desember 2025, pendapatan bersih Perseroan tercatat sebesar Rp2,78 triliun, tumbuh 31 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sementara itu, laba bersih periode berjalan naik lebih tinggi, yakni 48 persen menjadi Rp375,06 miliar.

Kinerja tersebut bahkan melampaui target internal yang sebelumnya dipatok manajemen, mencerminkan solidnya permintaan di lini bisnis utama sekaligus efektivitas strategi ekspansi yang dijalankan Perseroan sepanjang tahun lalu.

Direktur Utama JTPE Allan Wibisono Oei mengatakan capaian tersebut ditopang oleh optimalisasi bisnis dan kemampuan perusahaan dalam menangkap peluang pasar baru.

“Kami bersyukur capaian tahun 2025 ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan, didorong oleh optimalisasi yang terus dilakukan Perusahaan serta langkah proaktif dalam menangkap berbagai peluang baru,” ujar Allan dalam keterangan resmi.

Dari sisi struktur pendapatan, lini bisnis sekuriti masih menjadi penopang utama dengan kontribusi lebih dari 90 persen terhadap total pendapatan atau senilai Rp2,61 triliun. Segmen ini ditopang oleh permintaan produk kartu identitas, khususnya komponen paspor dan surat kepemilikan kendaraan bermotor, kartu pembayaran, serta solusi perlindungan merek.

Secara bisnis, kuatnya kontribusi segmen sekuriti menunjukkan JTPE masih memiliki basis pasar yang kokoh pada produk-produk berkarakter high security printing, di tengah kebutuhan identitas dan sistem pembayaran yang terus berkembang.

Namun demikian, manajemen mulai menempatkan transformasi digital sebagai fokus pertumbuhan jangka menengah hingga panjang. Perseroan saat ini mempercepat pengembangan solusi digital, terutama untuk inventory and distribution management serta teknologi berbasis RFID.

Langkah ini dinilai sejalan dengan tren digitalisasi nasional. Dengan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp1.700 triliun pada 2025, JTPE melihat ruang ekspansi baru yang berpotensi memperkuat diversifikasi pendapatan di luar bisnis percetakan sekuriti.

Perseroan juga terus meningkatkan investasi pada riset dan pengembangan (R&D), pengembangan produk baru, penguatan human capital, serta modernisasi mesin dan teknologi guna mempercepat transformasi menjadi product and solution developer.

Dari perspektif pasar, strategi diversifikasi ke solusi digital berpotensi menjadi katalis pertumbuhan baru bagi JTPE, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap sistem pelacakan inventori, distribusi, dan keamanan data.

“Melalui berbagai langkah strategis yang telah disiapkan tersebut, Perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan ke depan,” tutup Allan.