INDUSTRY.co.id - Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional tetap aman meski Indonesia berpotensi menghadapi fenomena cuaca ekstrem “Godzilla El Nino” mulai April 2026.

Advertisement

Amran menyebutkan, potensi El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga enam bulan ke depan telah diantisipasi pemerintah melalui penguatan infrastruktur pertanian dan peningkatan produksi dalam negeri.

“Ada (potensi) El Nino Godzilla mulai April sampai enam bulan. Insya Allah sektor pangan aman,” ujar Amran di Jakarta, Senin.

Advertisement

Menurutnya, pengalaman menghadapi El Nino pada 2023 menjadi pelajaran penting. Saat itu, kebutuhan impor beras yang semula diproyeksikan mencapai 10 juta ton berhasil ditekan menjadi sekitar 3,7 juta ton berkat langkah strategis seperti pompanisasi, perbaikan irigasi, dan optimasi lahan.

Pemerintah kini memperkuat langkah tersebut dengan memasang puluhan ribu pompa di sentra produksi beras guna menjaga pasokan air saat musim kemarau. Selain itu, sistem irigasi berbasis pompa juga dioptimalkan agar distribusi air lebih merata.

Advertisement

Upaya optimasi lahan (Opla), khususnya di lahan rawa, juga terus ditingkatkan. Langkah ini mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan perbaikan jaringan irigasi hingga 2 juta hektar, dengan 1 juta hektar dikerjakan tahun ini.

Advertisement

“Persiapan kita sangat bagus dari sisi infrastruktur,” kata Amran.

Dari sisi ketersediaan, stok cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 4,3 juta ton dan diperkirakan segera menembus 5 juta ton. Sementara itu, stok beras di masyarakat dan sektor usaha mencapai sekitar 12,5 juta ton, serta standing crop sekitar 11 juta ton.

Secara total, ketersediaan pangan nasional mencapai sekitar 27 juta ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan tanpa tambahan produksi.

Dengan proyeksi tambahan produksi selama El Nino sebesar 12 juta ton, pemerintah optimistis pasokan pangan tetap terjaga.

“Persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” pungkas Amran.