INDUSTRY.co.id - Jakarta — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani melantik tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Madya sebagai langkah strategis mempercepat realisasi investasi nasional di tengah tekanan global yang kian dinamis.
Tiga pejabat yang dilantik yakni Ichsan Zulkarnaen sebagai Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Andre Omer Siregar sebagai Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal, serta Siti Romayah sebagai Deputi Bidang Teknologi Informasi Penanaman Modal.
Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan kelembagaan pasca perubahan nomenklatur Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sekaligus untuk mendorong transformasi organisasi yang lebih adaptif dan responsif terhadap tantangan global.
Dalam struktur baru ini, Deputi Perencanaan Penanaman Modal berperan menyusun arah kebijakan investasi nasional, termasuk peta peluang investasi yang selaras dengan prioritas pembangunan. Sementara Deputi Kerja Sama Penanaman Modal bertugas memperluas kemitraan strategis guna mendorong realisasi investasi konkret.
Adapun Deputi Teknologi Informasi Penanaman Modal memiliki peran penting dalam pengembangan sistem digital investasi, termasuk memastikan layanan Online Single Submission (OSS) berjalan optimal, terintegrasi, dan transparan.
Rosan menegaskan, keberadaan talenta terbaik menjadi kunci dalam mengejar target investasi yang terus meningkat setiap tahun. Ia menyebut, investasi saat ini berkontribusi sekitar 29 hingga 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kita membutuhkan orang-orang terbaik karena target investasi terus meningkat. Peran investasi sangat besar bagi perekonomian Indonesia,” ujar Rosan dalam keterangannya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja tim dan integritas dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi faktor utama dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
“Teamwork, saling mendukung, dan kolaborasi itu penting. Namun yang paling utama adalah integritas,” tegasnya.
Rosan optimistis kehadiran para pejabat baru ini akan membawa perspektif segar serta mempercepat pelaksanaan program strategis, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan kualitas investasi di Indonesia.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sendiri terus berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, sekaligus memastikan investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.