INDUSTRY.co.id - Jakarta – Platform email dan kolaborasi open-source, Zimbra, mengumumkan penunjukan Anthony Chadd sebagai Chief Revenue Officer (CRO). Penunjukan ini dilakukan untuk memperkuat strategi pertumbuhan global perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan akan solusi kolaborasi cloud yang aman dan berdaulat data.
Chadd memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam mendorong pertumbuhan bisnis di industri keamanan siber dan software-as-a-service (SaaS). Sebelum bergabung dengan Zimbra, ia menjabat sebagai CRO di Vercara, di mana dirinya berhasil mengimplementasikan program mitra saluran global yang mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan secara signifikan.
Dalam peran barunya, Chadd akan memimpin seluruh operasional pendapatan global Zimbra, yang mencakup fungsi penjualan, kemitraan, pemasaran, serta keberhasilan pelanggan. Tugas ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas solusi kolaborasi cloud yang aman bagi perusahaan, pemerintah, dan penyedia layanan di berbagai negara.
Langkah tersebut juga sejalan dengan meningkatnya peluang pasar komputasi awan yang berfokus pada kedaulatan data. Riset dari Gartner memperkirakan industri sovereign cloud akan mencapai nilai pasar sekitar 80 miliar dolar AS pada 2026. Kondisi ini membuka peluang bagi Zimbra untuk memperluas jangkauan di negara-negara yang memprioritaskan kedaulatan lokasi penyimpanan data.
Di kawasan Asia Pasifik dan EMEA, regulasi yang semakin beragam juga mendorong organisasi untuk mengadopsi model yang lebih transparan dan memberikan kendali penuh terhadap penyimpanan serta pengelolaan data mereka.
CEO Zimbra, Drake Harvey, menilai pengalaman Chadd menjadi modal penting bagi perusahaan dalam mempercepat pertumbuhan bisnis. “Rekam jejak Anthony yang terbukti dalam mengembangkan tim berprestasi tinggi dan berkelanjutan di industri keamanan siber yang kompleks menjadikannya pemimpin yang ideal untuk mempercepat momentum pertumbuhan Zimbra,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keahlian Chadd dalam membangun ekosistem mitra serta strategi go-to-market akan membantu perusahaan memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat terhadap sistem email dengan kedaulatan data. “Keahliannya dalam membangun ekosistem mitra dan strategi go-to-market akan bermanfaat seiring kami memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat akan sistem email yang berdaulat data,” kata Harvey.
Sebelum bergabung dengan Zimbra, Chadd juga pernah memegang posisi kepemimpinan senior di Neustar. Dalam peran tersebut, ia bertanggung jawab atas penjualan global serta pengembangan operasi pendapatan yang dapat diskalakan, termasuk dalam pengelolaan akun, insinyur penjualan, dan pemberdayaan tim. Pengalamannya mencakup berbagai bidang seperti keamanan infrastruktur, manajemen DNS, hingga pengembangan program saluran yang berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan.
Chadd menyatakan ketertarikannya untuk bergabung dengan Zimbra karena visi perusahaan yang sejalan dengan kebutuhan pasar saat ini. “Komitmen Zimbra terhadap sistem open standards, kedaulatan data, dan keamanan sangat sesuai dengan kebutuhan pasar yang kini menghadapi berbagai jenis ancaman,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan antusiasmenya untuk bekerja bersama tim global Zimbra dalam memperluas solusi kolaborasi yang aman. “Saya sangat antusias bergabung dengan tim yang berorientasi pada misi yang ingin membantu organisasi di seluruh dunia mencapai kolaborasi yang aman dan fleksibel sesuai dengan kebutuhan mereka,” lanjutnya.
Saat ini Zimbra telah mendukung ratusan juta sistem email di 127 negara melalui jaringan penyedia layanan dan mitra saluran. Perusahaan menawarkan berbagai opsi implementasi, mulai dari cloud, on-premises, hingga model hybrid, guna menyesuaikan kebutuhan organisasi di berbagai sektor.