INDUSTRY.co.id - Jakarta – OMRON Healthcare Indonesia secara resmi memperkuat lini solusi terapi nyeri mereka dengan memperkenalkan dua perangkat terbaru berbasis teknologi TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation).
Inisiatif ini hadir sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan masyarakat modern akan penanganan nyeri otot dan sendi yang praktis, seiring dengan tren gaya hidup aktif yang kian diminati.
Minat masyarakat terhadap aktivitas fisik dan olahraga memang membawa dampak positif bagi kesehatan. Namun, di sisi lain, kurangnya pemanasan yang memadai atau manajemen pemulihan yang tepat setelah berolahraga dapat meningkatkan risiko nyeri otot dan cedera.
Sebuah tinjauan ilmiah terbaru yang diterbitkan oleh ResearchGate pada tahun 2025 bahkan menegaskan peran krusial pemanasan dalam menurunkan risiko cedera, serta pendinginan dalam mendukung pemulihan dan mengurangi keluhan nyeri pasca-aktivitas fisik.
“Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup aktif terus meningkat, dan kami melihat kebutuhan terhadap solusi pemulihan yang praktis serta berbasis teknologi juga semakin besar. OMRON ingin berkontribusi tidak hanya melalui perangkat kesehatan, tetapi juga dengan mendorong pemahaman bahwa pemulihan merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan jangka panjang.” kata Tomoaki Watanabe, Director OMRON Healthcare Indonesia di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Secara global, gangguan muskuloskeletal masih menjadi penyebab utama disabilitas. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan dalam WHO Guideline on Chronic Low Back Pain (2023) bahwa sekitar 619 juta orang mengalami nyeri punggung bawah pada tahun 2020, sebuah angka yang diproyeksikan akan terus meningkat seiring perubahan gaya hidup dan penuaan populasi.
Studi epidemiologi olahraga global, seperti yang dirilis ScienceDirect pada tahun 2023, juga menunjukkan bahwa cedera otot dan sendi, khususnya pada lutut dan pergelangan kaki, sering terjadi akibat gerakan repetitif dalam aktivitas fisik.
Tren aktivitas olahraga sosial seperti padel, yang menuntut pergerakan cepat dan perubahan arah, semakin menegaskan pentingnya pemahaman akan pencegahan cedera dan pemulihan yang tepat. Edukasi mengenai manajemen nyeri serta akses terhadap solusi terapi praktis menjadi kunci agar masyarakat dapat terus berolahraga dengan aman tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang.
Dr. Ega Jaya, Sp.KFR, AIFO-K, spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Heisei Rehabilitation Clinic, menambahkan bahwa nyeri pasca-aktivitas sering muncul akibat peningkatan intensitas latihan yang mendadak, teknik gerakan yang kurang tepat, atau minimnya pemanasan.
“Pendekatan non-farmakologis seperti stimulasi saraf listrik dapat membantu mengurangi persepsi nyeri dan mendukung relaksasi otot, sehingga proses pemulihan menjadi lebih optimal jika digunakan sesuai anjuran.” ungkap Dr. Ega Jaya.
Melihat kebutuhan yang semakin relevan ini, OMRON memperkenalkan dua perangkat TENS terbaru mereka: OMRON Sport TENS HV-F030 dan OMRON TENS HV-F230.
OMRON Sport TENS HV-F030 dirancang khusus untuk mendukung pemulihan setelah aktivitas fisik. Perangkat ini memiliki lima mode terapi dan 15 tingkat intensitas, serta dilengkapi satu bantalan otot dan dua bantalan sendi yang dapat disesuaikan.
Sementara itu, OMRON TENS HV-F230, yang merupakan buatan Jepang, menawarkan kustomisasi terapi lebih tinggi dengan 12 mode utama, 4 mode tambahan, dan 20 tingkat intensitas, ideal untuk manajemen nyeri kronis dengan stimulasi hingga 1200 Hz. Perangkat ini juga dilengkapi Long Life Pads yang dapat dicuci dan digunakan hingga 150 kali pemakaian.
Komitmen OMRON Healthcare Indonesia tidak hanya terbatas pada inovasi produk, tetapi juga mencakup edukasi berkelanjutan. Melalui jaringan OMRON Experience Center (OEC) di berbagai kota, perusahaan ini aktif meningkatkan literasi kesehatan dan penggunaan perangkat medis rumahan, lengkap dengan konsultasi dan layanan purna jual.
Melalui pendekatan holistik ini, OMRON berharap dapat terus mendukung masyarakat Indonesia untuk mengelola nyeri secara lebih praktis, tetap aktif, produktif, dan menjaga kualitas hidup secara berkelanjutan.