INDUSTRY.co.id - Jakarta – Rencana impor kendaraan dari India menuai sorotan dari pelaku industri otomotif nasional. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) Putu Juli Ardika menegaskan, industri otomotif dalam negeri sebenarnya memiliki kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional, termasuk kendaraan komersial jenis pick-up.

Menurut Putu, anggota GAIKINDO bersama industri pendukung seperti Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) telah memiliki kemampuan produksi yang cukup besar. Namun, ia mengakui diperlukan waktu yang memadai untuk menyesuaikan jumlah dan kriteria kendaraan sesuai kebutuhan.

“Sebenarnya anggota GAIKINDO dan juga industri-industri pendukungnya, di antaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM, mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi,” ujar Putu Juli.

Ia menambahkan, apabila industri dalam negeri diberikan kesempatan dan waktu persiapan yang cukup, maka ekosistem industri otomotif nasional diyakini mampu berpartisipasi secara optimal dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial.

Tak hanya itu, langkah tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan kapasitas produksi yang saat ini belum terpakai sepenuhnya, sekaligus mencegah potensi pengurangan tenaga kerja di tengah lesunya permintaan pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, GAIKINDO beranggotakan 61 perusahaan otomotif dengan total kapasitas produksi mencapai 2,5 juta unit kendaraan roda empat atau lebih per tahun. Khusus untuk kendaraan komersial kelas menengah ke bawah atau pick-up, kapasitas produksinya disebut mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun.

Sejumlah perusahaan yang memproduksi kendaraan pick-up di dalam negeri antara lain: PT Suzuki Indomobil Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, PT SGMW Motor Indonesia (Wuling Motors), PT Sokonindo Automobile (DFSK), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Astra Daihatsu Motor.

Meski memiliki kapasitas besar, produksi pick-up nasional tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal.

Kendaraan yang diproduksi mayoritas berpenggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi, yakni lebih dari 40 persen. Model-model ini dinilai telah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok daerah, didukung jaringan layanan purna jual yang luas.

Sementara untuk kendaraan penggerak 4x4, industri dalam negeri disebut juga mampu memproduksi, meski membutuhkan waktu persiapan produksi tambahan.

Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja

Industri otomotif nasional memiliki peran strategis dalam perekonomian. Secara keseluruhan, ekosistem industri ini menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja, mulai dari manufaktur kendaraan, industri komponen, hingga jaringan distribusi dan layanan purna jual.

Di sisi lain, pasar domestik dalam beberapa tahun terakhir mengalami tekanan. Penjualan kendaraan bermotor nasional tercatat berada di bawah 1 juta unit per tahun.

Meski demikian, kinerja ekspor masih menunjukkan tren positif. Indonesia mampu mengekspor lebih dari 518.000 unit kendaraan ke 93 negara, menegaskan daya saing produk otomotif nasional di pasar global.

Dengan kondisi tersebut, GAIKINDO berharap kebijakan pemenuhan kebutuhan kendaraan komersial dapat mempertimbangkan optimalisasi produksi dalam negeri, agar industri nasional tetap tumbuh dan keberlangsungan tenaga kerja dapat terjaga.