INDUSTRY.co.id - Jakarta, Anggota DPR RI Putra Nababan mengkritik penggunaan nama “InJourney” yang dinilai terlalu berlebihan di berbagai sudut Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kritik tersebut disampaikan saat Rapat Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI bersama InJourney dan Kementerian Pariwisata di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (15/1).

Advertisement

Dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Instagram resmi miliknya, @putranababan74, Putra menilai masifnya branding “InJourney Airports” berpotensi mengaburkan identitas bandara yang menggunakan nama pahlawan nasional. Ia mengungkapkan keprihatinannya saat tiba di bandara dan justru lebih banyak menemukan tulisan “InJourney Airports” dibandingkan nama Bandara Soekarno-Hatta.

“Saya dari turun tadi dari mobil, saya melihat banyak sekali tulisan InJourney Airports. Saya cari-cari tulisan Bandara Soekarno-Hatta, ketemunya malah di tempat sampah,” ujar Putra dalam rapat tersebut.

Advertisement

Putra menegaskan bahwa dirinya memahami upaya InJourney dalam membangun dan mempopulerkan branding perusahaan. Namun menurutnya, branding tersebut tidak seharusnya mengambil alih atau bahkan menghilangkan esensi penghormatan terhadap nama-nama pahlawan nasional yang telah melekat sebagai identitas bandara di Indonesia.

“Jangan mengambil alih branding dari Sultan Hasanuddin, Juanda, Halim Perdanakusuma, Soekarno-Hatta, I Gusti Ngurah Rai, Hang Nadim. Jangan pernah branding InJourney itu lebih banyak dari nama pahlawan kita,” tegasnya.

Advertisement

Ia pun secara resmi meminta agar penggunaan nama InJourney dikurangi dan tidak ditempatkan lebih dominan dibandingkan nama bandara. Permintaan tersebut, menurut Putra, merupakan sikap resmi sebagai Anggota DPR RI Komisi VII.

Putra juga menawarkan solusi dengan tetap memberi ruang pada identitas pengelola bandara tanpa menggeser nama pahlawan nasional.

Advertisement

“Bandara Internasional Soekarno-Hatta managed by InJourney. Tapi jangan nama InJourney-nya di depan,” ujarnya.

Dalam unggahan lanjutan, Putra kembali menegaskan protes kerasnya. Ia menilai branding InJourney yang terlalu masif tidak hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, tetapi juga berpotensi terjadi di bandara-bandara lain yang menggunakan nama pahlawan nasional.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan Putra Nababan tersebut telah menuai beragam apresiasi dan komentar dari warganet. Sejumlah pengguna Instagram menyatakan dukungan atas sikap Putra.

“Setujuuuuu,” tulis akun @hendraoktaviano.

“InJourney itu holding, bukan nama bandara. Jangan sampai nama bandara justru hilang,” komentar akun @widd.sw.

“Setuju pakkk gasss,” timpal akun @dullahhartono.

Sebagai informasi, InJourney atau PT Aviasi Pariwisata Indonesia merupakan BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia yang membawahi berbagai entitas strategis seperti Angkasa Pura, Hotel Indonesia Natour, Taman Wisata Candi, serta pengelola destinasi dan fasilitas pendukung pariwisata lainnya.