INDUSTRY.co.id -Jakarta-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam range 5811-5945 pada perdagangan Kamis (24/8/2017). Pemilik modal dapat mengakumulasi sembilan saham pilihan.
“IHSG berhasil mencetak kembali rekor tertinggi spanjang masa yang baru ditengah capital inflow yang belum kunjung hadir secara signifikan dalam pasar modal Indonesia, momentum koreksi wajar jika terjadi, masih terus dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam jalur uptrend ditopang oleh fundamental perekonomian yang stabil tercermin dalam rilis data perekonomian terlansir,” kata William Surya Wijaya, Vice president Research Department PT Indosurya Mandiri Sekuritas di Jakarta, KAmis (24/8/2017).
Pada perdagangan Rabu (23/8/2017), IHSG (+0.57%) sontak dibuka menguat dengan ditutup kembali break harga tertinggi naik 33.73 poin sebesar +0.57% dilevel 5914.02 dengan volume tertinggi dibulan ini. Sektor pertambangan (1.91%) dan Konsumsi (+1.09%) menjadi pemimpin penguatan. Penguatan harga komoditas tambang dan optimisme investor terhadap konsumer menjadi pendorong utama IHSG kelevel tertinggi tahun ini.
Agresifitas Bank Indonesia dengan memangkas suku bunga acuan 25bps kelevel 4.50% dari 4.75% tidak mambawa angin optimis yang cukup kuat dimana sektor-sektor unggulan yang dikira mendapat angin positif seperti Property (-0.06%) dan Keuangan (+0.56%) tidak cukup signifikan melakukan pergerakan. Investor asing pun tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 364.87 Miliar rupiah.
Ia menyodorkan sembilan saham yang dapat diakumulasi pemodal, yaitu: KLBF,- ASRI, PGAS, PWON, MAIN, MYOR, ICBP, INDF, UNVR dan BBNI