INDUSTRY.co.id - Jakarta – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri sebagai langkah strategis untuk mengakselerasi implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sekaligus mempercepat realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Indonesia.
Usulan tersebut disampaikan HKI bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta sejumlah kementerian terkait, antara lain Kementerian Perindustrian, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ESDM, dan kementerian/lembaga lainnya.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana menilai pembentukan tim ini menjadi sangat krusial untuk mendukung target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, sebagaimana dicanangkan Presiden, Prabowo Subianto.
HKI menegaskan bahwa kawasan industri merupakan episentrum transformasi ekonomi nasional, tempat di mana investasi diterjemahkan secara nyata menjadi kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, serta penguatan daya saing nasional.
“Tanpa mekanisme percepatan yang terkoordinasi dan operasional, potensi kawasan industri tidak akan optimal dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Akhmad Ma’ruf melalui keterangan resminya di Jakarta (19/1).
Tim Percepatan ini dirancang sebagai mekanisme lintas sektor yang solutif, dengan fokus mengurai berbagai hambatan struktural dalam pengembangan industri, mulai dari perizinan, kepastian regulasi, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, penyediaan energi, kesiapan infrastruktur, hingga penataan ruang dan ketersediaan lahan industri.
Sebagai bentuk keseriusan dan kepemimpinan langsung negara, HKI mendorong agar pembentukan Tim Percepatan tersebut diresmikan melalui penandatanganan komitmen bersama oleh Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri terkait.
Penandatanganan komitmen ini diharapkan mencakup kesepakatan strategis untuk mempercepat realisasi investasi berskala nasional dan global, mengakselerasi pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8%, mempercepat implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN), mengawal pelaksanaan RPJMN secara terukur dan berdampak nyata, mengurai bottleneck struktural sektor industri, serta memperkuat peran kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
HKI optimis di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia memiliki momentum historis untuk melakukan lompatan besar dalam industrialisasi dan transformasi ekonomi.
“Target pertumbuhan ekonomi 8% merupakan visi strategis Presiden untuk membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global. Kami optimistis target ini dapat dicapai melalui konsolidasi kebijakan, kepemimpinan yang kuat, dan percepatan eksekusi di lapangan,” katanya.
HKI juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha kawasan industri akan menjadi faktor penentu keberhasilan seluruh agenda pembangunan nasional.
"Melalui pembentukan Tim Percepatan ini, HKI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi besar Presiden Prabowo: Indonesia yang berdaulat secara industri, berdaya saing global, dan berkelanjutan," tutup Ketum HKI.