INDUSTRY.co.id - Jakarta — Brand modest fashion Indonesia, TAZA, resmi mempersembahkan solo exhibition bertajuk A Tale of Tomorrow – Where Virtue Meets Responsibility yang berlangsung pada 9–15 Januari 2026 di D’Gallerie, Jakarta Selatan. Pameran ini menghadirkan ruang refleksi yang mengajak publik memandang fashion bukan sekadar produk, melainkan sebagai amanah yang lahir dari pilihan, proses, dan tanggung jawab terhadap masa depan.
Pameran dibuka oleh Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Yuke Sri Rahayu, bersama Founder TAZA Ashila Ramadhani dan Co-Founder TAZA Afina Maharani.
Founder TAZA, Ashila Ramadhani, menegaskan bahwa A Tale of Tomorrow lebih dari sekadar pameran. “Pameran ini menjadi undangan untuk berhenti sejenak, merefleksikan, dan memahami makna di balik setiap pilihan yang kita ambil. Ruang ini kami hadirkan untuk menghormati perjalanan yang membawa TAZA hingga hari ini, sekaligus membayangkan masa depan modest fashion yang dibangun di atas tanggung jawab, ketulusan, dan tujuan,” ujarnya.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenparekraf/Bekraf, Yuke Sri Rahayu, turut mengapresiasi langkah TAZA. “TAZA menunjukkan bahwa brand lokal Indonesia mampu menghadirkan karya dengan integritas. Proses kreatif tidak hanya tentang merespons tren, tetapi menyusun arah dan nilai untuk masa depan. Kami berharap pameran ini memberi kontribusi nyata bagi penguatan subsektor fashion dan brand lokal Indonesia,” katanya.
Perjalanan Nilai dalam Lima Ruang Pameran
A Tale of Tomorrow dibangun di atas tiga pilar utama TAZA: commitment, assurance, dan comfort. Ketiganya tercermin dalam pemilihan material, proses yang mindful, serta kesadaran akan keberlanjutan dan tanggung jawab. Nilai tersebut diterjemahkan ke dalam lima area pameran utama.
The Shared Home menjadi ruang pembuka yang mengingatkan bumi sebagai rumah bersama, mengajak pengunjung merefleksikan hubungan manusia dan alam melalui pengalaman visual yang imersif. The Hands Behind menyoroti peran keluarga dan tim di balik perjalanan TAZA, menegaskan bahwa setiap karya lahir dari proses, doa, dan kebersamaan.

Pada The Piece That Gets You, koleksi TAZA ditampilkan sebagai perwujudan nilai yang menyatukan estetika, kenyamanan, dan tanggung jawab. Area You menempatkan pengguna sebagai bagian penting dari keberlanjutan kisah TAZA, sementara The Ones to Come mengajak pengunjung menatap masa depan sebagai hasil dari pilihan sadar yang dijaga hari ini.
“Kami ingin pengunjung merasakan kehangatan di balik perjalanan TAZA, rasa dekat, rasa dimiliki, dan ruang untuk bertumbuh bersama. Pameran ini mencerminkan upaya kami menghadirkan modest fashion yang tidak hanya indah, tetapi juga bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Co-Founder TAZA, Afina Maharani.
Selama periode pameran, kunjungan dibagi dalam sesi yang dikurasi secara intimate agar pengalaman terasa lebih personal. Khusus 11–12 Januari 2026, TAZA membuka penjualan tiket mulai dari Rp100.000 melalui situs resmi tazalabel.id, dengan sistem time slot dan kuota terbatas. Tiket tersebut dibundel dengan berbagai aktivitas, termasuk workshop dari brand kolaborator serta akses pembelian koleksi spesial.
Sementara itu, pada 14–15 Januari 2026, pameran dibuka untuk umum tanpa penjualan produk agar pengunjung dapat sepenuhnya menikmati narasi dan pengalaman yang dihadirkan. Sejalan dengan tema pameran, TAZA turut menampilkan koleksi khusus The Soil & Souls — Chapter II yang dapat dipesan melalui sistem pre-order selama 9–13 Januari 2026 di lokasi pameran. Mengusung tagline “When timelessness takes shape”, koleksi ini merepresentasikan identitas TAZA melalui desain yang melampaui musim dan waktu, dengan perhatian pada proses serta nilai yang dijaga.
Melalui A Tale of Tomorrow, TAZA menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dengan kesadaran, menjaga amanah dalam setiap proses, serta menghadirkan karya yang bermakna. Fashion, bagi TAZA, bukan hanya tentang apa yang dikenakan hari ini, tetapi juga nilai yang diwariskan untuk esok hari.