INDUSTRY.co.id-Kementerian Koperasi melalui Deputi Pengembangan Usaha Koperasi yang diwakili oleh Elviandi selaku Asisten Deputi Pengembangan Produksi menghadiri acara pelepasan ekspor perdana kopi robusta milik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Sidomulyo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ke Negara Mesir yang dirangkaikan dengan tanam perdana jagung pada lahan PAT seluas 60 hektare.
Hadir juga Pemerintah Kabupaten Jember yaitu Bupati Jember Muhammad Fawait turut hadir dalam acara pelepasan ekspor kopi.
Kehadiran Kementerian Koperasi sekaligus menjadi bentuk dukungan penuh terhadap penguatan kapasitas produksi, standardisasi produk, serta pengembangan komoditas melalui hilirisasi komoditas unggulan di desa.
“Ekspor ini adalah langah awal. Setelah kopi, kita harus dorong komoditas unggulan lain. Setiap desa pasti punya potensi. Tugas kita memastikan potensi itu tumbuh menjadi kekuatan ekonomi melalui koperasi.” tegas Elviandi.
Pada kegiatan tersebut, Elviandi menyampaikan apresiasi atas komitmen KDKMP Sidomulyo yang telah berhasil menyiapkan 1 kontainer kopi robusta (20 ton) untuk diekspor ke Mesir. Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa koperasi desa mampu memasuki rantai pasok global dengan produk yang telah memenuhi standar kualitas ekspor secara global. “Kami hadir karena Kementerian Koperasi melihat lompatan besar yang dilakukan KDKMP Sidomulyo. Pelepasan ekspor ini bukan hanya seremoni, tetapi bukti bahwa koperasi desa bisa menghasilkan produk yang berdaya saing internasional dan diharapkan akan menjadi benchmark bagi KDKMP seluruh Indonesia” ujar Elviandi.
Dalam kesempatan tersebut, Elviandi menekankan bahwa KDKMP merupakan salah satu program strategis nasional yang secara langsung mendukung arah pembangunan pemerintah, terutama melalui Asta Cita Presiden yang menekankan penguatan ekonomi rakyat, kemandirian desa, dan pemerataan kesejahteraan. KDKMP hadir sebagai model koperasi modern yang mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa dan mendorong transformasi ekonomi berbasis potensi lokal.
“KDKMP dirancang sebagai kendaraan utama untuk menghidupkan kembali ekonomi desa. Ini bukan hanya program pendampingan, tetapi sistem ekonomi yang terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran. Koperasi Desa Merah Putih adalah pilar baru ekonomi desa. Ia bukan hanya wadah organisasi, tetapi merupakan institusi produksi yang menggerakkan usaha desa secara terstruktur. Kegiatan ekspor kopi ini adalah bukti bahwa KDKMP dapat naik kelas dan memiliki rekam jejak global,” ujar Elviandi.
Pada kesempatan tersebut, Muhammad Fawait selaku Bupati Kabupaten Jember, Bupati menyampaikan bahwa KDKMP Sidomulyo merupakan salah satu koperasi yang berkembang cepat dengan mengoptimalkan komoditas unggulannya, yaitu kopi robusta dan jagung. Melalui penguatan peningkatan kapasitas produksi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, KDKMP Sidomulyo berhasil menembus pasar ekspor dan memperluas basis usaha desa. Beliau meminta dukungan kepada Kementerian Koperasi untuk terus mendukung program komoditas unggulan di Jember sehingga memiliki daya saing dan masuk dalam rantai pasok nasional. “Program KDKMP yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo bertujuan memastikan adanya perputaran ekonomi dan mengatasi ketimpangan melalui pemerataan ekonomi melalui program KDKMP, masyarakat memiliki wadah untuk mengelola potensi desa secara kolektif.” ucap Bupati.
Pada kesempatan yang sama, hadir juga Krisdianto selaku Direktur Utama LPDB. beliau menyampaikan selama ini LPDB sudah mendukung melalui pembiayaan pengembangan komoditas Kopi di KDKMP Sidomulyo senilai Rp.853.819.400. Beliau juga menegaskan bahwa KDKMP Sidomulyo akan terus didorong menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemudian, Kamil selaku Kepala Desa Sidomulyo juga menyampaikan laporan perihal progres ekspor kopi tahun ini, pada kesempatan ini KDKMP melakukan ekspor 1 kontainer atau sebesar 20 ton dan pada Bulan Desember akan melakukan ekspor kembali hingga target 4 kontainer atau sebesar 80 ton.
“Pada saat ini target kami ialah 4 kontainer, pada tahun depan KDKMP Sidomulyo mempunyai target dengan melakukan ekspor 3000 ton. Dan kita (KDKMP Sidomulyo) juga telah melakukan komunikasi dengan negara lain seperti Arab Saudi, Turki, hingga Canada”.
Pada kesempatan yang sama, Pak Kades menjelaskan perihal progress gerai KDKMP di Desa Sidomulyo, bahwa di KDKMP Sidomulyo untuk gerai Klinik dan Apotek saat ini telah mendapat sertifikat pratama. “Gerai klinik dan apotek di KDKMP Sidomulyo sudah memiliki sertifikat pratama, yang artinya BPJS dapat masuk kedalam klinik KDKMP Sidomulyo, di Klinik KDKMP Sidomulyo sudah terdapat UGD, Poli umum yang dapat menunjang masyarakat Desa Sidomulyo. Semoga dengan KDKMP Sidomulyo telah memiliki sertifikat pratama dapat menjadi contoh bagi KDKMP lain diseluruh Indonesia”.
Kementerian Koperasi terus memperkuat ekosistem produksi Koperasi Desa Merah Putih melalui peningkatan kapasitas produksi, standardisasi mutu, serta pemetaan komoditas unggulan yang menjadi kekuatan ekonomi lokal.
“Peran kami adalah memastikan koperasi mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga konsistensi kualitas, dan memenuhi standardisasi. Tanpa itu, produk desa tidak akan mampu bersaing di pasar global,” jelas Elviandi. Ia juga menegaskan bahwa penguatan komoditas seperti kopi dan jagung menjadi strategi penting bagi kemajuan ekonomi desa.
“Kopi robusta Sidomulyo memiliki kualitas yang baik, sementara jagung adalah komoditas strategis untuk ketahanan pangan. Bila keduanya dikelola koperasi secara profesional, desa akan memiliki struktur ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Rangkaian kegiatan berlangsung pada Minggu, 30 November 2025, dimulai pukul 10.30 WIB. Acara diawali di Gudang KDKMP Sidomulyo, tempat pengemasan dan persiapan kontainer kopi robusta yang akan diekspor ke Mesir. Proses pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis dengan pemecahan kendi dan peninjauan langsung kualitas produk dan gerai KDKMP serta pelepasan truk kontainer ekspor kopi ke Mesir.
Mengakhiri rangkaian kegiatan, Elviandi menegaskan bahwa keberhasilan Sidomulyo dapat direplikasi di desa-desa lain. Koperasi adalah kekuatan bangsa, dan KDKMP adalah fondasi penting untuk membangun kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.