INDUSTRY.co.id - Bogor – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyelenggarakan Wisuda Bersama Politeknik dan Akademi Komunitas Tahun 2025, yang dirangkaikan dengan upacara pengukuhan dua Guru Besar dari perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kemenperin. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pembangunan SDM industri untuk mendukung Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN).

Advertisement

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Doddy Rahadi menyampaikan bahwa tahun ini sebanyak 2.993 lulusan dari jenjang Diploma dan Magister Terapan berhasil menyelesaikan pendidikan di 13 perguruan tinggi vokasi Kemenperin.

Dari total tersebut, sebanyak 467 lulusan telah mengikuti wisuda pada September–Oktober 2025. Sementara itu, 2.526 lulusan lainnya diwisuda secara serentak hari ini pada 10 Politeknik dan Akademi Komunitas.

Advertisement

Kemenperin mencatat bahwa 49,28 persen atau 1.467 lulusan telah terserap bekerja di industri, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Selain itu, terdapat 151 lulusan Program Setara Diploma 1 hasil kerja sama dengan industri, yang seluruhnya telah terserap bekerja.

"Pelaksanaan wisuda bersama dan pengukuhan Guru Besar hari ini merupakan bentuk sinergi dalam penguatan pendidikan vokasi dan link and match kebutuhan industri," ujar Doody Rahadi di Bogor, Kamis (27/11).

Advertisement

Dalam kesempatan yang sama, dua dosen vokasi di lingkungan Kemenperin resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar, yaitu: Prof. Dr. Candra Irawan, M.Si. Guru Besar bidang Kimia Organik Bahan Alam, Program Studi Nanoteknologi Pangan, Politeknik AKA Bogor. Dalam pengukuhannya, Prof. Candra menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Aplikasi Metabolomik dan Penambatan Molekuler untuk Percepatan Pengembangan Obat Antihiperglikemia Berbasis Bahan Alam di Indonesia.”

Selanjutnya, Prof. Dr. Siti Aisyah, S.T., M.T. Guru Besar bidang Operation Engineering & Management, Program Studi Teknik Industri Otomotif, Politeknik STMI Jakarta. Orasi ilmiahnya berjudul “Integrasi SBIN dan Strategi LARG (Lean, Agile, Resilient, dan Green) untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Indonesia di Era Disrupsi.”

Advertisement

Dengan pengukuhan ini, jumlah Guru Besar pada Politeknik Kemenperin bertambah menjadi enam orang, yang mewakili beragam bidang keahlian strategis untuk mendukung penguatan SDM industri nasional.

Kemenperin melalui BPSDMI terus mendorong penguatan dan perluasan layanan pendidikan vokasi industri, termasuk transformasi kelembagaan Politeknik dan Akademi Komunitas menuju Badan Layanan Umum (BLU).

Hingga saat ini, terdapat empat Politeknik BLU, yaitu, Politeknik AKA Bogor, Politeknik STTT Bandung, Politeknik STMI Jakarta, serta Politeknik APP Jakarta.

"Pada tahun 2026, kami menargetkan penambahan empat Politeknik baru menjadi BLU, dan selanjutnya lima satuan pendidikan vokasi lainnya akan menyusul secara bertahap," kata Kepala BPSDMI.

Kemenperin juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh satuan pendidikan yang menyelenggarakan wisuda serentak tahun ini, antara lain: PTKI Medan – Wisuda ke-37, Politeknik APP Jakarta – Wisuda ke-64, Politeknik STMI Jakarta – Wisuda ke-56, Politeknik AKA Bogor – Wisuda ke-66, Politeknik STTT Bandung – Wisuda ke-57 (Sarjana Tekstil), Politeknik ATK Yogyakarta – Wisuda ke-64, Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu – Wisuda ke-5, Politeknik ATI Makassar – Wisuda ke-41, Politeknik Industri Petrokimia Banten – Wisuda perdana (ke-1), Akademi Komunitas Industri Manufaktur Bantaeng – Wisuda ke-6.

Doddy Rahadi mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan vokasi industri. Dia berharap lulusan dapat berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan industri nasional, menjaga profesionalisme, serta terus meningkatkan kompetensi di dunia kerja.

Apresiasi juga diberikan kepada pimpinan Politeknik, Akademi Komunitas, sivitas akademika, asosiasi industri, mitra usaha, serta orang tua mahasiswa atas dukungan terhadap pendidikan vokasi industri.

"Semoga hubungan baik antara satuan pendidikan vokasi dan dunia usaha dapat terus ditingkatkan demi menghasilkan SDM industri yang kompeten, produktif, inovatif, dan adaptif," tutup Doddy.