INDUSTRY.co.id - Jawa Timur — Dompet Dhuafa Jawa Timur bersama Disaster Management Center (DMC) terus memberikan dukungan kepada para penyintas erupsi Semeru melalui layanan Pos Hangat. Sejak Kamis (20/11), Pos Hangat beroperasi di SDN Supiturang 4, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, yang menjadi titik pengungsian utama. Di lokasi ini, tim menyediakan makanan serta minuman ringan bagi para penyintas dan relawan.
“Melihat kondisi lokasi dan pengungsian, kami berusaha memenuhi kebutuhan pokok yang mendesak, terutama di pos pengungsian yang ada di Desa Supiturang,” ujar Agus Triabudi Waloyo, Koordinator Respon Bencana Dompet Dhuafa Jatim. Layanan Pos Hangat telah membantu sekitar 600 penerima manfaat di wilayah sekitar yang terdampak erupsi.
Sejak awal respons, tim fokus menyalurkan kebutuhan dasar melalui Pos Hangat sambil melakukan pemantauan ke beberapa titik terdampak seperti Desa Supiturang, Dusun Kamar A, Sumbersari, hingga Gumuk Mas. Tantangan di lapangan cukup besar, mulai dari keterbatasan logistik hingga kondisi permukiman warga yang tertutup material erupsi. Sebelumnya, pada Kamis (20/11/2025), Dompet Dhuafa Jatim dan DMC juga membagikan masker serta air mineral kepada penyintas di Dusun Oro-oro Ombo dan Dusun Gumuk Mas sebagai respons cepat terhadap hujan abu yang menyelimuti pemukiman.
Sementara itu, di Banjarnegara, hingga Sabtu siang (22/11), 16 warga masih belum ditemukan akibat bencana tanah longsor. Relawan dan tim SAR masih menyisir area terdampak meski terkendala cuaca yang tidak menentu dan tanah yang labil. “Hingga saat ini tim terus berpacu dengan kondisi cuaca yang kurang menentu, ditambah dengan faktor tanah yang labil di area bencana,” ujar Ahmad Yamin, Penanggung Jawab Tanggap Darurat DMC Dompet Dhuafa.
Di wilayah ini, DMC Dompet Dhuafa juga menyediakan 500 porsi sarapan bagi penyintas yang mengungsi di Pos Pengungsian GOR Beji, Desa Beji, Kecamatan Pandanarum. Menu sarapan berupa bubur kacang hijau dan minuman hangat seperti teh, susu, serta kopi. Sarapan juga dibagikan kepada para relawan yang terlibat dalam penanganan bencana.
"Melalui layanan Pos Hangat, kami menyajikan 500 porsi untuk pengungsi di Beji. Alhamdulillah, porsi yang tersedia kami bagikan juga untuk para relawan di sekitar pos pengungsian," ucap Ahmad. "Kami pastikan relawan tidak dalam keadaan perut kosong," tambahnya.
Layanan Pos Hangat mendapatkan sambutan positif dari para penyintas, mulai anak-anak hingga lansia. Salah satu penyintas, Frih Fitriani (33), mengungkapkan bahwa keberadaan makanan di pos pengungsian sangat membantu keluarganya yang kini harus tinggal sementara di pengungsian.
"Alhamdulillah sangat terbantu, apalagi kondisi sekarang kami tidak bisa bekerja. Kami saat ini tidak kekurangan makanan. Dari pagi sampai malam, selalu ada yang membantu," ucap Frih.
Frih adalah warga Dusun Situkung yang terdampak langsung bencana tanah longsor. Sebagian rumahnya hancur terbawa arus gerakan tanah, dan ia tidak sempat membawa apa pun selain pakaian yang dikenakan. Kini ia bersama suami dan dua anaknya tinggal di Pos Pengungsian GOR Beji serta memenuhi kebutuhan pangan melalui dapur umum yang dikelola berbagai lembaga kemanusiaan, termasuk DMC Dompet Dhuafa.