INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), salah satu platform real estate dan layanan kesehatan terbesar di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi yang berorientasi pada pengembangan talenta. 

Melalui berbagai inisiatif pelatihan dan sistem manajemen kinerja yang transparan, perusahaan memastikan setiap karyawan memiliki keterampilan, motivasi, dan peluang untuk berkembang secara berkelanjutan.

Dalam mendukung visi tersebut, LPKR mengoptimalkan penggunaan platform digital yang menyediakan modul pelatihan personal, mencakup aspek teknis maupun non-teknis sesuai kebutuhan setiap individu. 

Seluruh pelatihan wajib tahunan seperti kode etik, tata kelola perusahaan, whistleblowing, dan perjanjian kerahasiaan (NDA) kini dilakukan secara daring, memudahkan akses serta memperkuat pemahaman karyawan terhadap nilai-nilai dan kebijakan perusahaan.

LPKR juga mengedepankan sistem penilaian kinerja berbasis umpan balik yang mendorong atasan untuk memberikan evaluasi dan pembinaan berkelanjutan kepada timnya. Melalui performance management system yang adil dan terukur, perusahaan berhasil meningkatkan motivasi kerja sekaligus memastikan pertumbuhan karier yang selaras dengan tujuan organisasi.

Pada tahun 2024, LPKR memperluas penerapan Individual Development Plan (IDP) di seluruh level organisasi. Program ini bertujuan untuk menutup kesenjangan kompetensi dan memperkuat keterampilan teknis maupun non-teknis karyawan. Seluruh karyawan tetap menerima tinjauan kinerja dan pengembangan karier secara rutin, mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan individu di tempat kerja.

Sebagai langkah mempersiapkan calon pemimpin masa depan, perusahaan juga mengembangkan Management Development Program (MDP) yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan berbasis kebutuhan organisasi dan potensi individu. Melalui kegiatan seperti LippoLand Leader’s Workshop dan Lippo Leadership Offsite Meeting, LPKR membangun sinergi lintas level yang memperkuat kolaborasi antara manajemen dan staf.

Sepanjang tahun 2024, LPKR mencatat total 48.089 jam pelatihan dengan rata-rata 16 jam per karyawan di seluruh segmen bisnis. Fokus utama diarahkan pada kualitas pembelajaran yang relevan dan dapat langsung diterapkan di lingkungan kerja. Pendekatan ini memadukan modul digital dengan lokakarya interaktif, permainan peran, dan diskusi kelompok dalam berbagai program seperti Leadership Development, Safety Response Training, serta Continuous Improvement Program.

Selaras dengan komitmen terhadap keberlanjutan, LPKR juga memperluas kurikulum pelatihan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh unit bisnis. Pada 2024, perusahaan menggelar berbagai pelatihan terkait risiko iklim, dekarbonisasi, pengungkapan ISSB, dan emisi Cakupan 3 dengan total 835 jam pelatihan ESG.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp373 juta, LPKR menargetkan rata-rata 15 jam pelatihan per karyawan per tahun sebagai bagian dari Agenda Keberlanjutan 2030," ujar CEO Grup Lippo Indonesia, JohnRiady.

Langkah ini menunjukkan tekad perusahaan dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan secara berkelanjutan.