INDUSTRY.co.id - Jakarta-Bank Indonesia (BI) memberikan amanah hedging call swap option ke bank pelaksana. Baru 7 bank yang dibolehkan menerbitkan hedging call spread option.
Direktur Eksekutif Pendalaman Pasar Uang BI, Nanang Hendarsyah mengatakan, ke tujuh bank tersebut adalah BRI, Bank Mandiri, BNI, tiga bank asing dan 1 bank swasta nasional.
"Hedging call spread option itu bisa dibatalkan dan itu keuntungan dari produk ini. Jika tanpa hedging tetap enggak rugi, bisa cancel hedgingnya," kata dia di Jakarta, Senin (21/8/2017).
Terbitnya dua instrumen hedging yang baru muncul belakangan, menurut dia, bukanlah hal yang terlambat. BI ingin perusahaan dapat hedging utang luar negeri mereka di dalam negeri yang lebih murah dan fleksibel.
"Kenapa baru sekarang, ceritanya banyak perusahan Indonesia peroleh utang luar negeri dan menerbitkan obligasi, tapi hedging dan menerbitkan di luar. Kreditur asing menawarkan produk hadging jika mau dapat pinjaman dengan biaya murah dan akhirnya banyak cari di luar negeri," kata dia.
Atas dasar bank luar negeri memberikan opsi pilihan hedging, kata dia, BI tidak ingin kehilangan pasar hedging. Makanya BI berharap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta lainnya dapat melakukan hedging di dalam negeri.
"Apa salah ditarik hedging ke Indonesia, tapi pastikan pelaksanaan dengan pruden, enggak semua bank dan perusahaan bisa terbitkan hedging," jelas dia.