INDUSTRY.co.id - Tangerang — PT Lautan Natural Krimerindo (LNK), salah satu perusahaan manufaktur bahan pangan terkemuka di Indonesia, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.
Melalui produk inovatifnya FiberCreme, LNK berhasil meraih Penghargaan Primaniyarta 2025 untuk kategori Ekspor Produk Inovatif yang diberikan oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di ICE BSD, Tangerang.
Dikenal sebagai bentuk apresiasi tertinggi pemerintah bagi para eksportir nasional, Primaniyarta Award menandai dedikasi perusahaan Indonesia dalam memperkuat kontribusi ekspor dan meningkatkan daya saing produk di pasar global.
“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen kami untuk terus menghadirkan produk-produk inovatif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga diterima secara luas di mancanegara. Melalui FiberCreme, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi berbasis bahan lokal dapat berdaya saing global,” ujar Juwono Hartanto, Chief Commercial Officer PT Lautan Natural Krimerindo.
FiberCreme merupakan krimer serbaguna tinggi serat yang dikembangkan LNK sebagai alternatif lebih sehat bagi krimer konvensional. Produk ini mengandung serat pangan tinggi, 0 mg gula, dan bebas kolesterol, menjadikannya solusi ideal untuk mendukung gaya hidup sehat.
Tidak hanya populer di pasar domestik, FiberCreme juga telah digunakan luas oleh industri makanan, minuman, dan rumah tangga di berbagai negara. Keunggulan produknya yang fleksibel dan ramah kesehatan menjadikannya salah satu ekspor unggulan Indonesia di sektor pangan.
Selain fokus pada inovasi produk, LNK juga menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan ekonomi nasional. Perusahaan terus mendorong peningkatan ekspor produk bernilai tambah dengan menerapkan efisiensi energi dan pemanfaatan bahan baku yang bertanggung jawab.
Hingga kini, LNK telah memperluas jangkauan ekspor produk-produknya ke lebih dari 40 negara**, menciptakan nilai ekonomi yang berdampak positif bagi seluruh rantai pasok industri pangan nasional.
“Dengan semangat local innovation for global solutions, kami percaya industri pangan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di pasar dunia,” tutup Juwono Hartanto.