INDUSTRY.co.id - Jakarta, Di tengah hiruk-pikuk persaingan teknologi yang dibanjiri iklan besar-besaran, sebuah perusahaan IT lokal justru memilih jalur berbeda untuk meraih kesuksesan. Adalah Indofast Digital, sebuah startup yang bergerak di bidang Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang membuktikan bahwa di era digital ini, kepercayaan dan jaringan personal masih menjadi fondasi utama dalam membangun bisnis.
Alih-alih mengandalkan promosi masif di berbagai platform, Indofast Digital menekankan pentingnya relasi antarmanusia. Mereka menyebut strategi ini sebagai “the power of segelas kopi” sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada komunikasi langsung, obrolan santai, dan membangun kepercayaan dari hati ke hati. Hasilnya? Lebih dari 90 persen klien mereka datang melalui rekomendasi dan jaringan personal, bukan dari iklan atau kampanye pemasaran digital.
Di balik setiap proyek yang mereka tangani, ada cerita pertemuan, diskusi hangat, dan kesepakatan yang lahir dari interaksi yang tulus bukan sekadar transaksi bisnis.
“Kita punya prinsip the power of segelas kopi. Yaitu karena kita semua berdasarkan network, dari teman ke teman,” ungkap Dionisius A. Wibisono, Direktur Utama Indofast Digital, kepada media di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Dengan strategi yang sederhana namun efektif, perusahaan yang didirikan bersama Mira Namira ini berhasil menangani berbagai proyek berskala besar, termasuk pengerjaan ribuan titik CCTV. Meski belum bisa membeberkan seluruh detail proyek, pencapaian ini menjadi bukti kapabilitas Indofast Digital dalam menghadirkan solusi teknologi terdepan.
Solusi Predictive Maintenance yang Hemat Miliaran
Berbeda dari kebanyakan kompetitor yang menawarkan solusi secara terpisah, Indofast Digital mengambil pendekatan yang lebih menyeluruh. Mereka menghadirkan sistem terintegrasi yang menggabungkan Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) untuk predictive maintenance, solusi yang memungkinkan perusahaan memprediksi kerusakan mesin sebelum terjadi.
“Misalnya udah 10 persen aja, si sensornya ngirim data: ‘Eh ini filternya perlu diganti.’ Jadi si pabrik bisa hemat cost, nggak harus tunggu rusak 100 persen,” jelas Mira Namira selaku Business Development perusahaan.
Dengan pendekatan ini, mesin yang seharusnya hanya bertahan lima tahun bisa digunakan hingga 10 atau bahkan 15 tahun. Hasilnya, perusahaan dapat menghemat miliaran rupiah dari biaya investasi peralatan baru.
CCTV Pintar Bukan Sekadar Merekam
Tidak hanya mengandalkan fungsi rekaman, Indofast Digital mengembangkan sistem CCTV pintar yang mampu menghitung kendaraan, mendeteksi kerumunan massa, hingga membaca plat nomor secara otomatis
“Plat nomor mobil itu nanti kebaca, nanti langsung ke-link database. Jadi kalau misalnya ada kecelakaan, real time kita tahu ini mobilnya siapa,” ungkap Mira.
Kunci pembeda dari kompetitor adalah sistem sentralisasi yang mereka terapkan. Jika sebelumnya setiap vendor menggunakan platform berbeda yang menyulitkan koordinasi, kini seluruh kamera di satu kota dapat dipantau melalui satu dashboard terpadu.
Tak berhenti di sana, Indofast Digital juga sedang mengembangkan teknologi AI yang mampu mengenali ambulans dan otomatis mengubah lampu merah menjadi hijau. Ini menjadi langkah konkret menuju impian besar mereka dalam membangun smart city masa depan.
Parkir Tanpa Kartu, Cukup Plat Nomor
Salah satu inovasi terbaru adalah sistem parkir tanpa kartu. Saat kendaraan masuk, kamera secara otomatis menangkap plat nomor, wajah pengemudi, dan ciri khas mobil. Data plat nomor kemudian dijadikan ID unik yang mencatat waktu masuk dan keluar
“Nggak perlu tap-tapan kartu. Masuk, di-capture, jebret! Pelat nomor itu kami jadikan ID,” tambah Dionisius.
Tak hanya efisien, sistem ini juga dilengkapi kemampuan analitik. Jika ada kendaraan mencurigakan, security dapat langsung mengetahui riwayat kunjungannya karena seluruh data historis tersimpan dengan rapi.
Strategi Bisnis: Kepercayaan di Atas Harga
Dalam menghadapi persaingan pasar, Indofast Digital mengusung filosofi bisnis yang mengedepankan kepercayaan dan kualitas solusi dibandingkan harga.
“Harga itu nomor dua. Karena pertama kita sudah pegang networknya,” ujar Dionisius. “Yang dicari adalah kenyamanan.”
Perusahaan ini tidak menawarkan paket solusi satu ukuran untuk semua. Sebaliknya, mereka menyusun solusi yang tailor-made sesuai kebutuhan klien, melalui proses yang meliputi penggalian kebutuhan, brainstorming, hingga pembuatan prototype sebelum dipresentasikan.
Transformasi dari Mobile App ke IoT dan AI
Perjalanan Indofast Digital dimulai dari pengembangan aplikasi mobile. Seiring waktu, mereka berevolusi ke ranah IoT dan AI. Bahkan, mereka mengklaim telah mengembangkan chatbot berbahasa Indonesia sebelum Meta AI diluncurkan.
“Sebelum Meta itu lahir, kita sudah menciptakan duluan. Bahkan versinya bahasa Indonesia,” ungkap Dionisius.
Saat ini, mereka tengah mengembangkan AI assistant khusus untuk pelaku UMKM dengan harga terjangkau, user-friendly, dan proses training yang lebih cepat dibanding produk sejenis.
Dengan kombinasi keahlian teknis, tim IT yang solid, serta strategi bisnis yang menempatkan kepercayaan sebagai fondasi, Indofast Digital membuktikan bahwa teknologi dan hubungan personal bisa berjalan beriringan. Atau seperti yang mereka sebut: the power of segelas kopi.